Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu menggelar Workshop Manajemen Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa ditengah masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Bengkulu Dr Syamsudin MPd, menyampaikan materi didepan peserta Workshop, bahwa perlu manajemen pengembangan masjid bagi peningkatan kesejahteraan umat.

“Masjid adalah salah satu ruang sosial utama yang dimiliki oleh umat Islam. Dia akan mampu menjadi sarana untuk peningkatan kesejahteraan umat bilamana salah satu fungsi sosialnya diarahkan untuk tujuan tersebut,” katanya.

Kegiatan ini khusus ditujukan bagi para mahasiswa Fakultas Syariah-Ekis, Tarbiyah-Tadris dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Sasaran utama dari program ini adalah mahasiswa yang telah menginjak semester enam dan delapan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium IAIN Bengkulu ini, berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 3 hingga 4 Juni 2015.

Materi workshop lainnya, strategi pendidikan tinggi Islam dalam pemberdayaan masyarakat, potensi masyarakat lokal serta model pemberdayaannya, potensi sosial keagamaan masyarakat muslim di Provinsi Bengkulu, staretgi pendekatan sosial budaya kepada masyarakat, dan problematika masyarakat pedesaan dan perkotaan.

Selain workshop, IAIN juga sudah menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga luar negeri.

Tahun ini, mahasiswa IAIN Bengkulu melaksanakan KKN di tiga daerah, di Kabupaten Seluma, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah hingga ke Thailand Selatan.

Sebanyak 991 orang di Kabupaten Seluma, 40 orang akan dikirim ke Boyolali, dan belasan mahasiswa ke Thailand.

Syiar Islam menjadi program utama mahasiswa KKN karena waktunya pun bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Secara keseluruhan, KKN ini akan digelar pada awal bulan Juni 2015 ini. Kecuali KKN yang berbasiskan kepada IT yang bertempat di IAIN Bengkulu telah mulai melakukan talkshow sejak beberapa waktu yang lalu. (Renda Putri HS)