Potensi-Akik-batu-akik-hasil-pengolahan-kaurKaur. Rabu (13/6), Bengkulu merupakan salah satu penghasil batu akik terbaik di Indonesia. Satu diantaranya adalah jeni red rafflesia yang menjadi ikon batu akik daerah ini. Propinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Kaur memiliki potensi yang cukup besar dalam mengembangkan industri kerajinan batu akik permata ini. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Kaur memiliki sumber bahan baku batu permata yang melimpah yang terkonsentrasi di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung.

Batu-batu permata asal Kabupaten Kaur yang bersumber dari Kecamaan Muara Sahung telah cukup dikenal di Propinsi Bengkulu. Di pusat pengolahan batu akik di Kota Bengkulu, yakni di Pasar Panorama dan Pasar Minggu Bengkulu, nama batu Muara Sahung telah dikenal oleh semua pengrajin.

Muara Sahung memang dianugerahi berbagai jenis batu akik yang ditambang secara tradisional. Beberapa diantara jenis batu akik asal Muara Sahung antara lain batu sulaiman, batu cempaka, badar lumut, badar besi dan lainnya.

Di tingkat nasional sendiri, keberadaan batu permata semi mulia di Kecamatan Muara Sahung ini sendiri telah cukup dikenal. Meskipun secara formal penambangan dan penjualan bahan baku batu permata ini sempat tidak tercatat di Dinas Pertambangan Kabupaten Kaur, saat itulah justru terjadi ekspoitasi besar-besaran oleh para kolektor batu dari luar daerah, kemudian bahan batu akik dibawa keluar daerah dan dikembangkan di daerah lain. Saat batu akik booming, maka yang untung  bukan masyarakat Kaur tetapi para kolektor yang sudah mengeruk kekayaan alam Kaur itu. Saat ini bila kita datang ke lokasi, akan dapat kita lihat aktivitas penambangan dan penjualan batu dalam jumlah besar di Muara Sahung khususnya.

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur sejak 2014 lalu telah membangun gedung industri kerajinan batu di Pondok Pusaka, Padang Kempas yang dilengkapi dengan berbagai peralatan pengolahan batu serta sebagai tempat pelatihan pengolahan batu akik.

Pengembangan batu akik di Kabupaten Kaur yang memiliki keunggulan beraneka ragam jenis dan motif telah memunculkan industri kreatif dikalangan masyarakat, bentuk dan model dari pengolahan batu tidak hanya sebatas pembuatan batu cincin atau liontin namun sudah mampu membuat beraneka bentuk hiasan baik itu bentuk hewan, bunga, handle persneling mobil bahkan senjata seperti Kujang atau Keris. Keris dari batu yang dibuat oleh pengerajin batu di Kabupaten Kaur sempat mendapat pujian dari Menristek dan Dikti saat berkunjung ke Kabupaten Kaur beberapa waktu yang lalu. Bukan hanya industri pengolahan batu menjadi mata cincin saja tetapi ini akan mendorong industri kreatif lainya. Dan mungkin saja selain memoles batunya masyarakat di kabupaten Kaur mampu membuat ring atau cincin untuk mata akik. Ini akan memunculkan kreasi, inovasi industri kreatif yang baru.

Oleh karena itu, apabila Anda menjejakkan kaki di Kabupaten Kaur untuk berbagai tujuan, seperti perjalanan dinas atau rekreasi, kiranya kurang lengkap jika tidak membeli souvenir batu akik untuk dipakai sendiri maupun sebagai oleh-oleh. Di ibukota Bintuhan, bisa dijumpai sederetan perajin memajang pelbagai hasil kerajinan batu akik. (Sumber: http://bappeda.kaurkab.go.id)