BENGKULU, PB – Isu ketahanan pangan saat ini menjadi salah satu yang sangat diperhatikan dan diprioritaskan oleh pemerintah pusat. Mendukung upaya pemerintah pusat tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berupaya melakukan terobosan baru dengan mengalokasikan beras untuk warga Kota Bengkulu yang tidak mampu melalui APBD.

“Kita coba jajaki dengan Bulog Bengkulu, kita ingin memastikan bahwa masyarakat kita ada jaminan, tidak hidup kelaparan. Meskipun ada program raskin dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bengkulu mencoba mengambil peran kecil, tapi mungkin berarti bagi masyarakat,” ujar Walikota Bengkulu Helmi Hasan saat berdiskusi dengan Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu Sugeng Rahayu, di Kantor Bulog Jalan Adam Malik KM 8,5, Rabu (30/9/2015).

Walikota menginginkan bahwa beras yang dibagikan nantinya adalah beras yang bersumber dan dibeli langsung dari petani lokal. Ini akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

“Yang dulu berhenti bertani, akan bisa bertani lagi. Sehingga akan ada sawah-sawah yang kembali produktif,” harap dia.

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh anggota DPRD Kota Bengkulu Heri Ifzan, Kepala Dinas Pertanian Kota Bengkulu Matriyani Amran, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Syarifuddin, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Bengkulu Mukhlis, beserta jajaran Bulog Divre Bengkulu itu.

Helmi mengingatkan bahwa ada formulasi kebijakan yang diperuntukkan bagi warga miskin Kota Bengkulu yang belum terdata dalam penerima raskin pemerintah untuk di data dan dimasukkan ke dalam penerima beras dari Pemerintah Kota Bengkulu. Karena itu, Bulog Divre Bengkulu diminta untuk mencari solusi bagaimana formulasi yang tepat untuk menyukseskan program ini.

“Selama ini acuan data penerima raskin berasal dari data BPS (Badan Pusat Statistik), dimana jumlah RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang mendapatkan raskin adalah 15.479, data penerima ini adalah data dari tahun 2011,” terang Kepala Bulog Divre Bengkulu Sugeng Rahayu.

Menurutnya, Bulog Divre Bengkulu siap untuk mendukung gagasan yang dilakukan oleh Walikota Bengkulu.

“Kami siap mendukung dan mencarikan formulasi yang tepat bagaimana nantinya program ini dapat berjalan dan sukses. Tentu dengan adanya kerjasama dari pihak DPRD Kota Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu dan juga para petani kita,” ujarnya.

Setelah berdiskusi, Helmi dan jajarannya meninjau gudang penyimpanan beras Bulog. Terpisah, Kepala Bulog Divre Bengkulu Sugeng Rahayu ketika diwawancarai mengungkapkan bahwa untuk stok beras di Provinsi Bengkulu saat ini mencapai 8.400 ton.

“Stok beras kita saat ini berjumlah 8.400 ton, jumlah ini mencukupi hingga bulan Desember 2015,” demikian Sugeng. [Rudra/Bis]