Published On: Rab, Des 16th, 2015

Hujan Turun, Kantor Kelurahan Kebanjiran

IMG-20151216-00316BENGKULU, PB – Pelayanan publik yang biasanya lancar dilakukan setiap kantor kelurahan kini tidak maksmial lagi, khususnya Kantor Kelurahan Penurunan, Ratu Samban, Kota Bengkulu. Pasalnya, acap kali hujan turun, kantor itu langsung kebanjiran.

Banyak masyarakat yang ingin membuat perijinan dan administrasi terpaksa mengurungkan niatnya setelah melihat kondisi ruang kerja yang dipenuh air. Padahal hujan yang turun siang tadi, Rabu (16/12/2015), intensitasnya cukup rendah dan tidak lebih dari 3 jam.

“Hari ini rencananya mau mengurus Surat Keterangan Domisili Perusahaan untuk sarat ijin pendirian perusahaan. Tapi, semua urusan saya jadi terhambat kalau begini,” kata Bahar warga RT 10 dengan wajah kusut.

Fahmi, warga RT 7 juga terpaksa tak bisa terlayani. “Data warga tidak mampu penerima raskin tidak bisa dicatat dan dimasukkan (input) karena kantor sudah tergenang air hujan,” katanya kepada Pedoman Bengkulu.

Saat ditemui, Syaiful Anwar, Kepala Kelurahan Penurunan mengakui akan kondisi kantronya yang sering kebanjiran ketika hujan turun. Setiap kali hujan deras turun dengan intensitas 1 jam saja, air sudah membanjiri kantor.

Ia dan stafnya tetap ngantor meski banjir. Namun tidak bisa melayani maksimal karena terpaksa harus turun tangan melimas air yang membanjiri kantornya.

Menurutnya kondisi ini terjadi bukan karena drainase yang tidak baik melainkan fisik kantor yang sudah tua itu lebih rendah dari badan jalan sehingga luapan air yang datang tidak bisa dibendung.

“Posisi kantor ini merupakan daerah paling landai, sekelilingnya tinggi sehingga air hujan semuanya mengalir tergenang kesini. Solusi satu-satunya hanya dengan menaikkan fondasi kantor sehingga lebih tinggi dari badan jalan,” tuturnya sambil memperlihatkan Kantor Puskesmas di depannya yang bebas dari banjir.

Keterbatasan ruangan juga menjadi hambatan kerja sebab tempat yang berukuran kecil itu menjadi Sekretariat Bersama dari berbagai lembaga seperti Lembaga Adat, Kelurahan Sehat, Desa Siaga, Pokdarwis, Karang Taruna, Kelompok Seni Rabana, Sarafal Anam dan Perhimpunan Pedagang Pesisir.

Kantor tersebut membutuhkan perbaikan segera. Apalagi kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik. [RPHS]

9 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Like

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>