Published On: Jum, Des 18th, 2015

Rakyat Jenuh, Golput Tinggi

12342421_536087646548066_3077200738927064259_n

Azwar Marwan (kiri) bersama Salahuddin Yahya (tengah) saat acara tolkshow di stasiun TV lokal.

Menanti Hadirnya Sosok Alternatif

BENGKULU, PB – Tingginya angka pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya atau biasa disebut golongan putih (golput) pada pemilihan kepala daerah 2015 di Provinsi Bengkulu dinilai sebagai bentuk kejenuhan rakyat atas proses demokrasi di tanah kelahiran Fatmawati Sukarno ini.

“Rakyat sudah pesimis. Bagi rakyat pergantian kekuasaan ini tidak memberikan manfaat terhadap mereka. Sejak era reformasi ini makin banyak elit politik yang gemar ingkar atas janji-janji kampanyenya,” kata Pengamat Politik Universitas Bengkulu, Azhar Marwan, kepada Pedoman Bengkulu belum lama ini.

Dalam pandangannya, proses pemilihan kepala daerah saat ini seakan hanya mengantarkan kandidat menuju singgasana politik untuk membagikan kue kekuasaan hanya kepada kepentingan kelompok dan golongannya.

“Jadi rakyat mikirnya buat apa susah-susah mengantarkan orang menjadi kepala daerah kalau nasib mereka tidak pernah berubah-ubah. Dan sayangnya meski reformasi sudah lama bergulir, hal ini kian banyak terjadi,” sampainya.

Menurut dia, elit politik saat ini hanya mempertontonkan glamoritas dan pragmatisme. Bahkan, kata Azhar, elit politik secara sengaja membudayakan politik transaksional kepada rakyat.

“Rakyat mendapatkan pendidikan politik yang salah dari para elit. Rakyat kita dididik bukan dengan program, bukan dengan arah kebijakan, tapi dengan transaksional. Ini yang betul-betul merusak,” demikian Azhar.

Sebelumnya, Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Ediansyah Hasan, menerangkan tingkat golput pada Pilkada 2015 di Bengkulu mencapai 40 persen lebih. Ini lebih tinggi dibandingkan pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden 2014 dengan jumlah 27 persen. [Revolusionanda]

8 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Like

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>