DSC08940BENGKULU, PB – Pulau Tikus yang hanya seluas 0,65 hektar kini menjadi tujuan destinasi wisata Kota Bengkulu. Banyak pihak yang menaruh kepedulian pada pulau semata wayang yang ada di depan pesisir Kota Bengkulu itu, salah satunya Alumni Kapal Nusantara.

Para alumni tersebut mengadakan acara Find My Coral untuk menjaga kelesetarian ekosistem pulau itu. Mereka mengadakan transplantasi terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan di Pulau Tikus. Baca juga: Banyak Nemo di Pulau

Wakil Wali Kota Bengkulu Patriana Sosialinda yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pembangunan fasilitas publik di Pulau Tikus perlu dilakukan. (Baca juga: Potensi Pulau Tikus Mulai Digali

“Perlunya pengaturan Pulau Tikus kedepannya, adakan kerjasama dengan pihak yang terkait. Perlunya di bangun Mushala, WC serta fasilitas pendukung pariwisata,” kata Patriana saat bertegur sapa kepada pelaku usaha yang ada di Pulau Tikus baru-baru ini.

Ia menyarankan rumah kumuh yang berdiri di Pulau Tikus lebih baik dibersihkan dan diganti dengan yang tempat singgah yang lebih layak, sehingga bisa digunakan dan tidak merusak pemandangan.

Lebih lanjut Wawali mengatakan, perlunya penjagaan biota laut maupun kebersihan lingkungan pulau. Hal ini perlu juga mengajak para pelaku usaha maupun semua wisatawan yang ada. Selain itu, supaya lautnya cantik perlu dibuat payung-payung.

“Ketika generasi yang sudah tua hanya tinggal menunggu giliran, tentu generasi muda inilah yang melanjutkan dan mewarisi. Maka dari itu para pemuda harus punya jiwa membangun Bengkulu menjadi lebih baik. Yang muda-muda ini harus memiliki rasa sayang, rasa memiliki karena jika tidak memiliki rasa itu pasti tidak mau menjaganya,” harapnya.

Wawali mengambil contoh kondisi Pantai Panjang yang saat ini keadaannya belum tertata baik. Pemerintah berharap peran serta para usahwan yang ada dapat membantu menjaganya. Baca juga: Pulau Tikus Pulau Buatan

“Pemerintah sudah mengajakan kepada para pedagang untuk sama-sama menjaga pantai, tapi ketika dinasehati dikatakan tidak manusiawi. Padahal kalau pantai itu elok, tentu pendapatan para pelaku usaha yang ada dilokasi itupula yang akan menjadi lebih baik. Wisatawan yang datang juga akan merasa lebih nyaman,” kata perempuan yang sering disapa Linda.

Ketika saya datang lanjutnya, kemarin kondisi Pulau Tikus ini kotor dan terkesan tidak terawat, sekarang sudah mulai ada perubahan. “Karena ini lapak kalian, sebagai penjual jasa paket wisata dan pedagang. Maka tentu hal ini menjadikan para pelaku usaha memiliki kewajiban menjaganya tetap bersih,” kata Wawali.

Kenyamanan dan keindahan menjadi salah satu daya tarik yang perlu untuk dijaga dan dikembangkan sambung Patrianan, hal yang berhubungan dengan para pelaku usaha yang menggaet para wisatawan tentu harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Baca juga: Menunggu Tenggelamnya Pulau Tikus.

“Kalau tempat jualannya nyaman, pasti menarik minat orang untuk datang. Kalau tempat jualannya indah pasti orang juga akan datang. Maka orang dibuat tersenyumlah,” tutupnya. [Zefpron Saputra]