IMG-20160329-01115BENGKULU, PB – Sekitar 80 persen gedung Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malabero rusak parah pasca kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat (25/03/2016) malam lalu. Seluruh ruang blok tahanan rata dilalap api, tersisa puing-puing dan tembok bangunan tua yang masih tampak berdiri.

Baca juga: Anggaran Renovasi Rutan Belum Diketahui

Tersisa, ruangan kantor, gedung aula dan musholah yang masih utuh. Meski demikian gedung peninggalam era Belanda tersebut dinilai tidak lagi layak, selain karena letaknya di pusat kota, juga renovasi tersebut akan memakan biaya cukup besar.

Untuk itu, Pemerintah tengah menyiapkan lahan baru untuk pembangun rutan baru yang berlokasi di Air Sebakul Kota Bengkulu. “Pemerintah sudah siapkan lahan seluas 12 hektar untuk membangun rutan baru,” kata Kakanwil Kumham Bengkulu Dewa Putu Gede, baru-baru ini.

Meski demikian, Gede mengatakan masalah pembangunan Rutan Malabro menuggu hasil tinjauan Tim PPL dari pusat. Setelah  ada laporan PPL ke Kumham Bengkulu maka dilakukan penilaian apakah bangunannya masih layak  atau tidak untuk dibangun.

“Layak tidak layaknya rutan Malabero dibangun, kita masih menunggu hasil dari Tim PPL dari pusat,” ujar Dewa.

Bila dinilai masih layak maka akan dilakukan renovasi. Namun, kalau Rutan Malabero nanti dinilai tidak layak lagi untuk dibangun ulang maka Pemerintah akan merelokasi rutan Malabero ke tempat lain.

“Kalau tidak memungkinkan lagi rutan Malabero untuk dibangun, maka kita akan relokasikan,” ungkapnya. Baca: Wakil Wali Kota Kunjungi Rumah Korban Kebakaran Rutan Malabero

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) masih menyusun anggaran renovasi Rumah Tahanan (rutan) Malabero yang terbakar. (Siregar)