Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat menjadi pembicara di SMKN 1 Kota BengkuluBENGKULU, PB – Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengatakan Bengkulu masih menjadi daerah tertinggal dibandingkan daerah-daerah lainnya. Hal ini lantaran minimnya infrastruktur di provinsi ini. Bila semua infrastruktur tersebut bisa ditingkatkan maka Bengkulu akan dapat bangkit dari ketertinggalan.

Baca juga: Tarmizi: Pelayanan Publik Terbentur Infrastruktur

“Potensi Bengkulu lumayan bagus, Bengkulu tertinggal karena kurangnya infrastruktur,” kata Ridwan, saat menyambut kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bengkulu, di Balai Raya Semarak.

Di hadapan Komisi V itu, Ridwan juga membeberkan masalah turunan akibat kurangnya infrastruktur tersebut. Misalnya pendidikan di Bengkulu tidak dapat diberikan dengan baik karena semuanya berpusat di kota dan beberapa desa yang masih terisolir tidak dapat mengakses pendidikan tersebut.

Di sektor kesehatan, banyak bidan yang tidak mau ditugaskan ke desa dikarenakan infrastrukturnya yang rendah. Seperti tidak ada listrik, tidak ada jalan. “Jadi betapa pentingnnya infrastruktur untuk pembangunan Bengkulu,” imbuhnya.

Mantan Bupati Musirawas ini menegaskan untuk mengangkat perekonomian daerah tidak ada jalan lain selain memenuhi kebutuhan insfarastruktur Provinsi Bengkulu. Dengan menjadi jalur logistik nasional, pantai yang sangat panjang akan menjadi angle wisata yang utama.

“Harapan kita, Bengkulu tidak menjadi pasar karena penduduk Bengkulu tidak terlalu banyak, tapi Bengkulu akan menjadi oulet jalur logistik nasional. Untuk meningkatkan infrastruktur kita menyiapkan Rp 300 M untuk kota/kabupaten, kita mengedapankan pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat,” jelasanya.

Lihat juga: Serap Investor, Bengkulu Harus Perbaiki Infrastruktur

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia mengatakan, Komisi V akan mendorong pemerintah, dalam hal ini para mitra kerja di Komisi V DPR untuk memperbaiki infrastruktur di Bengkulu. Hal ini sesuai dengan janji Presiden Jokowi, bahkan ia mengatakan, jikalau ada pengurangan anggaranpun, presiden tidak akan mengurangi anggaran dari infrastruktur.

“Pemerintah selalu menggaungkan pembangunan tol laut dan pendulum nusantara, namun terkadang melupakan sisi strategis pembangunan infrastruktur di Sumatera bagian barat yaitu Bengkulu” kata Yudi.

Ditambahkannya, benar memang jika dikatakan penduduk di Bengkulu tidak terlalu banyak, akan tetapi provinsi ini banyak memiliki nilai sejarah. Semisal, Istri Presiden Soekarno berasal dari sini, dan pariwisata pantainya begitu indah serta memiliki tanaman bunga Raflesia. Jika terjadi ketidakstabilan ekonomi, nilai sejarah itulah yang melindungi perekonomian.

“Kita harus membangun infrastruktur di Bengkulu mulai dari darat, udara, laut, dan program kependudukan sosial. Hal tersebut telah mencakup dari para mitra kerja Komisi V,” jelas politisi F-PKS itu.

Jalur darat, kata Yudi, kereta api sudah menjadi program strategi infrastruktur nasional hampir 80 lebih yang sudah ditandatangi Presiden, termasuk jalur kereta dari Pulau Baai ke Lubuk Linggau.

Untuk jalur udara, lanjutnya, fokus utama adalah terwujudnya master plan renovasi Bandara Fatmawati yang sudah ditandatangani Kemenhub. Selain itu, menurut Yudi, kedepan perlu dibuka penerbangan Bengkulu-Bandung, karena Bandung memiliki destinasi wisata terbaik di Asean dan juga warga Bengkulu banyak yang kuliah di Bandung,

“Kalau ini dilakukan, saya yakin akan mendongkrak perekonomian, banyak warga asean yang berminat seperti Singapura, Filipina. Apalagi jika jarak tempuh hanya satu jam,” ujarnya.

Selain itu, Komisi V juga akan mendorong Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi mengupayakan penguatan jalan poros desa dan penguatan lembaga BUMD desa. “Saya tidak bisa berjanji, tapi kami akan membawa aspirasi dan memperjuangkannya untuk mendukung kemajuan Bengkulu ini agar tidak tertinggal,” tutupnya. [IC]