Joni Saputra Kamada PMI Provinsi Bengkulu (1)BENGKULU, PB – Setiap bulannya, ketersediaan kebutuhan darah di Provinsi Bengkulu kekurangan 20 persen dari kebutuhan darah yang mencapai 1200-1600 kantong per bulan. Untuk menutupi kekurangan darah tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu mengajak masyarkat untuk meningkatkan kepedulian dengan ikut serta dalam donor darah keliling.

Baca juga: Sambut HUT Kota ke 297, Dinsos Gelar Pentas Seni dan Donor Darah dan Ulang Tahun, NESIA Sumbang Ambulance dan 1000 Kantong Darah

Program donor darah keliling tersebut untuk saat ini baru mampu menutupi kekurangan darah hingga 15 persen. Kegiatan tersebut dilakukan dengan sarana mobil donor darah.

“Permasalahan di lapangan adalah banyak yang belum berani mendonorkan darahnya. Masyarakat banyak yang takut dengan jarum,” kata Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu Joni Saputra saat di temui di kantor PMI yang terletak di Jalan Rejamat no 20 Kota Bengkulu, Jum’at (18/3/2016).

Permasalahan lainnya para pendonor pengganti hanya mau mendonorkan darah jika yang membutuhkan adalah anggota keluarga. Sering kali pendonor seperti ini gagal diambil darahnya karena ia tidak secara sukarela melakukan donor darah.

“PMI akan tetap berusaha agar mendapatkan hasil maksimal untuk melengkapi kebutuhan darah. Dan bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) Kota Bengkulu dalam hal penyediaan mutu, kualitat dan bahkan pelayanan agar menarik minat para pendonor sukarela,” ungkap Joni.

UTDC yang berada di bawah naungan PMI Provinsi Bengkulu tersebar di tiga daerah yaitu UTDC Rejang Lebong dengan penyediaan kebutuhan 150-200 kantong darah per bulan, Bengkulu Utara kebutuhan 100-150 kantong darah per bulan dan Kota Bengkulu kebutuhannya 700-1000 kantong darah per bulan.

Lebih lanjut Joni menghimbau kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya dapat bekerjasam dengan PMI. Pihak PMI juga siap menjemput tenaga sukarela donor darah. Ia berharap hal tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarkat akan sesama.

“Jadi menggugah orang lain untuk dapat mendonorkan darah tidak semudah mengajak orang untuk bersedekah, padahal donor darah juga memberikan manfaat besar menyelamatkan hidup orang lain,” ungkapnya.

Untuk mendonorkan darah memang ada syarat yang harus di penuhi, sambungnya, yakni istarahat yang cukup, sudah makan, berat badan memenuhi sarat.

Zen, pemilik golongan darah O, adalah salah seorang pendonor sukarela. Ia mengungkapkan jika dirinya telah mendonor darah yang ke 16 kali saat ini. Ketakutan dengan jarum awal-awal dahulu memang besar, namun karena manfaat yang lebih besar dari mendonorkan darah membuat saya selalu rutin melakukan donor darah.

“Sangat membahagiakan ketika ada orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan kita memiliki kemampuan untuk membantu dengan menyumbangkan darah milik kita kenapa tidak dilakukan. Jika dapat membantu nyawa dan kehidupan orang lain tidak masalah. Dampak positif jika rutin melakukan donor darah maka tubuh menjadi lebih sehat,” tutup Zen. [Zefpron Saputra]