Helmi-Linda menjenguk orang sakitBENGKULU, PB – Pendirian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada tepat di halaman belakang Kantor Walikota menjadi berkah bagi warga Kota Bengkulu. Dukungan terus mengalir dari berbagai pihak atas diresmikannya dua gedung megah tempat dimana rakyat memulihkan kesehatannya ini.

Misalnya sebagaimana di Pantau dalam Fun Page Facebook Pedoman Bengkulu pada pukul 11.00 WIB, Sabtu (19/3/2016). Meski baru diposting beberapa jam, namun berita Kisah Yani, Napak Tilas RSUD Kota Bengkulu telah dibaca oleh 3.010 orang melampaui berita Perjuangan Anak Petani Dibalik Isu Logam Beras Seginim yang dibaca 2.066 orang atau Rohidin Dukung Pejabat Wajib Tes Narkoba yang dibaca oleh 1.073 orang.

Disejumlah group, apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Misalnya disampaikan pemilik akun Ni’mah Yeyen yang diketahui bekerja di Pemda Provinsi Bengkulu. Menurut dia, RSUD Kota Bengkulu terletak di lokasi yang strategis. Ia pun mendo’akan agar rumah sakit ini bisa terus berkembang pesat dengan pelayanan yang semakin baik dan sesuai dengan standar layanan. “Kami masyarakat Bengkulu berharap RSUD bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Dalam paparannya mengenai RSUD Kota Bengkulu ini, Wali Kota Helmi Hasan berpesan kepada direksi rumah sakit untuk melayani pasien dengan hati atau dengan rasa kemanusiaan yang tinggi. Sebab, tegas Helmi, APBD bukan uang milik Wali Kota, bukan milik anggota DPRD. Namun APBD adalah uang rakyat.

“RSUD Kota Bengkulu dibangun dengan uang rakyat dan ditujukan untuk rakyat. Kalau ada pasien yang tidak punya uang, layani dulu mereka. Layani dengan hati, jangan lihat isi dompet. Kalau mereka sudah dirawat, tanyakan bagaimana pelayanan kami, bagaimana apoteker kami dan lain-lain. Saya setuju dokter kita penghasilan tambahannya harus lebih besar dari rumah sakit-rumah sakit yang lain. Terpenting pelayanannya mantap. Rumah sakit ini akan menjadi kebanggaan kita semua. Karena ia mampu berdiri akibat dukungan dari kita semua,” ungkapnya.

Secara khusus Helmi berpesan, jangan sampai ada warga Kota Bengkulu yang kecewa dengan pelayanan tenaga medis di RSUD Kota Bengkulu. Helmi juga mengingatkan agar direksi RSUD Kota Bengkulu tidak cukup berpuas diri dengan telah dirawatnya ribuan warga kota di rumah sakit tersebut.

“Minta saran dan kritik dari seluruh pasien. Tanyakan apakah mereka puas dengan pelayanan kita. Jangan sampai ada pasien yang tidak mau berobat lagi kesini karena kurangnya keramahan pelayanan kita. Nanti saya minta laporannya. Sebab, kalau ada yang kecewa dengan rumah sakit ini, Helmi-Linda yang berdosa karena adalah kami kepala daerahnya,” imbuh Helmi.

Helmi menekankan RSUD Kota Bengkulu harus mengutamakan kenyamanan pasien di atas segala-galanya. Helmi berpendapat, penyakit pasien akan lebih mudah disembuhkan bilamana direksi rumah sakit, dokter, perawat, bidan dan seluruh tenaga medis lainnya murah memberikan senyum dan mencurahkan segenap kasih sayang dan perhatian kepada pasien.

“Kalau senyum kita berikan kepada pasien, biasanya belum disuntik sudah sembuh. Tapi kalau nggak senyum, obat seapotik diberikan belum tentu pasien bisa sembuh. Hati pasien harus nyaman. Orang sakit harus ditenangkan. Kalau hati pasien bisa kita sinari dengan cahaya iman dan kesabaran, saya yakin rasa sakit itu mudah disembuhkan,” ujar politisi PAN ini.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bengkulu dr Lista Cerlyviera dalam sambutannya mengatakan di tahun 2020, rumah sakit yang ia nahkodai ini telah menetapkan target untuk meraih akreditasi B. Saat ini, RSUD Kota Bengkulu telah memiliki 13 orang dokter spesialis, 2 dokter gigi, 40 perawat, 40 bidan dan 7 apoteker. [RN/BIS]