ILUSTRASI KarhutlaJAKARTA, PB – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengintruksikan Pemerintahan Daerah untuk sigap dan turun langsung untuk mengantisipasi titik api (hotspot) yang muncul kembali sejumlah wilayah, termasuk Bengkulu. Pemda harus bekerja cepat agara titik api tersebut tidak menyebabkan kebakaran besar seperti yang terjadi pada 2015 lalu.

“Sepercik api yang ada, daerah harus turun, jangan menunggu bantuan pusat,” kata Tjahjo, Senin (7/3/2016). Baca juga: Terdeteksi, 1 Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkulu

Mantan Sekjend PDIP ini mengatakan Pemerintah Pusat sudah melakukan rapat koordinasi terkait munculnya kembali titik api di sejumlah wilayah ini. Hasislnya, segala fungsi terpadu sebagaimana diperuntukan jika terdapat bencana, pun harus turun.

“Jangan menunggu pusat turun, harus ditangani dengan baik semuanya, baik kepolisian, TNI, Dinsos, atau Dinkes,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 4 Maret lalu, Satelit Modis dengan sensor Terra Aqua mendeteksi adanya kebakaran hutan dan lahan Sumatera. Total ada 59 titik panas (hotspot) terpantau di Sumatera yaitu di Riau 45 hotspot, Aceh 3, Bengkulu 1, Sumatera Barat 3, Sumatera Selatan 1, dan Sumatera Utara 6.

Jumlah hotspot ini mulai meningkat seiring dengan cuaca yang makin kering. Selain itu, ada juga yang disebabkan oleh pembukaan lahan. Namun titik api tersebut sebenarnya berada di daerah langganan yang setiap tahun berulang. [GP]