Pendidikan Berbasis KomunitasBENGKULU, PB – Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar pemerintah wajib mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar 20 persen. Jauh melampaui amanat tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar 36,3 persen dari total APBD Kota Bengkulu tahun 2016 yang sebesar Rp 1 triliun lebih atau Rp 417 miliar.

Wali Kota Helmi Hasan melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu, Fitriani Badar, mengungkapkan, besarnya alokasi anggaran pendidikan ini merupakan upaya Pemerintah Kota untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Kota Bengkulu.

“Pada tahun 2013, khusus untuk beasiswa miskin dianggarkan sebesar Rp 2 miliar dengan sasaran 4.000 siswa di tingkat SD sampai dengan SMA/SMK. Pada tahun 2014 sampai dengan 2016 dialokasikan total anggaran sebesar Rp 11,7 milliar dengan sasaran sebanyak 21.000 siswa,” katanya, baru-baru ini.

Sementara untuk tahun 2016 ini, tambahnya, Pemerintah Kota tidak hanya mengalokasikan anggaran untuk beasiswa miskin, namun juga telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. Anggaran ini ditujukan untuk pemberian alat-alat sekolah bagi siswa-siswi di Kota Bengkulu yang kurang mampu.

“Bantuan alat-alat sekolah ini akan disasarkan kepada 7.000 siswa yang kurang mampu. Salah satu output yang kita dapatkan adalah angka melek huruf yang saat ini telah mencapai 99,32 persen dari 97,80 persen yang kita targetkan,” imbuhnya.

Sementara Pimpinan Redaksi Pedoman Bengkulu, Agus Pranata, meminta agar alokasi anggaran yang melampaui amanat konstitusi tersebut diiringi dengan terobosan-terobosan. Terlebih, pada tahun 2017 mendatang, pengelolaan SMA/SMK telah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Kami mengusulkan agar Pemerintah Kota merancang program akademi berbasis komunitas di tiap-tiap kelurahan. Ini untuk menampung mereka yang benar-benar tidak mau mengenyam pendidikan meski pemerintah telah membujuk mereka yang putus sekolah,” harapnya.

Agus juga mendorong agar Pemerintah Kota menyiapkan strategi yang komplit untuk mencapai Kota Bengkulu Nol Persen Angka Putus Sekolah. Ia memberikan apresiasi atas upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu

“Bagi yang kurang mampu ada sistem beasiswa, bagi yang putus sekolah tingkat SD dan SMP ada sistem paket, bagi yang tidak tertampung pembiayaannya melalui APBN upayakan melalui APBD, dan lain-lain. Sehingga Pemerintah Kota mempunyai program yang lengkap untuk menjawab putus sekolah tersebut,” demikian Agus.

Baca juga : Diknas Kota Target Nol Persen Anak Putus Sekolah

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti, mengatakan, jumlah anak-anak yang putus sekolah di Kota Bengkulu terus mengalami penurunan. Ia menyatakan, Dikbud Kota Bengkulu senantiasa melakukan jemput bola bagi anak-anak di Kota Bengkulu yang tidak memiliki ijazah SD, SMP, maupun SMA/SMK. [RN]