12980442_1081677781897742_275265483_nBENGKULU SELATAN, PB – Setiap perusahan diwajibkan untuk mempunyai program CSR (Corporate Social Rensposibility) atau tanggung jawab sosial. Hal tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 dan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007.

Baca juga: Royalti Perusahaan Tambang Macet

Untuk itu, Kepala Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya mempertanyakan CSR PT. Sinar Bengkulu Selatan (SBS) yang merupakan salah satu pabrik CPO yang terletak di Desa Nanjungan yang berbatasan langsung dengan Desa Pino Raya.

Menurut Kades, selama ini pabrik CPO itu dinilai tidak pernah memberikan CSR seperti bantuan pembangunan dan kegiatan sosial lainnya. Padahal dampak lingkungannya sampai ke Desa Pasar Pino, seperti limbah pabrik yang menimbulkan bau.

“Selama ini belum ada. Paling tidak seingatk saya selama ini ada pernah sekali memberikan bantuan acar 17 Agustus Rp 500 ribu. Cuma itu. Secara pemerintahan desa, kami pernah mengajukan proposal untuk pembangunan sumur bor. Tapi hingga sekarang tidak ada tanggapannya,” kesal Kepala Desa Pasar Pino Wayan.

Padahal, menurut Kades, permohonan bantuan sumur bor itu cukup beralasan. Pasalnya, sejak berdirinya pabrik CPO itu, sungai Air Selali yang sebelumnya dimanfaatkan oleh warga untuk mandi dan minum, sekarang ini tidak bisa dimafaatkan lagi. Karena sungai itu menjadi tempat pembuangan limbah pabrik.

“Sekarang ini tidak bisa lagi digunakan untuk mandi apalagi minum. Karena airnya itu sudah bercampur dengan limbah. Apalagi kalau musim panas, air sungai itu warnanya hitam dan sangat bau. Itu yang kita minta perhatian sama PT SBS,” ujar Kades.

Kades juga meminta kepada pihak Kantor Lingkungan Hidup Bengkulu Selatan supaya bisa melakukan kajian dan cek laboratorium terhadap sungai Air Selali yang menjadi tempat buangan limbah pabrik.

“Kalau sudah diteliti oleh Lingkungan Hidup, kita tahu, apakah sungai itu sudah tercemar apa tidak, apakah berbahaya apa tidak. Sebab, kalau dari baunya luar biasa, apalagi kalau musim panas,” demikian Kades Pasar Pino. (Apdian Utama)