SingkongJAKARTA, PB – Negara kecil seperti Italy yang luasnya hanya 302.230 Km2 dan negara Vietnam seluas 329.560 Km2, menjadi negara pengimpor singkong untuk Indonesia. Padahal luas kedua negara tersebut kurang dari 25 persen dari luas daratan Indonesia atau tidak lebih luas dari kepulauan Sumatera yang mencapai 480.647 Km2.

Dengan luas wilayah daratan yang begitu besar dan tanah yang subur sudah sepatutnya Indonesia menjadi pengekspor bahan pangan. Namun saat ini kondisinya terbalik, untuk pemenuhan pangan domestik, ternyata masih mengandalkan pasokan dari negara lain.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (18/4/2016), Indonesia ternyata juga memasok ubi kayu atau singkong dari negara lain. Disebutkan impor singkong pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton atau senilai US$ 191.093. Singkong tersebut secara keseluruhan berasal dari Vietnam.

Sementara itu, pada bulan Februari 2016, impor singkong juga masuk sebesar 240,5 ton atau senilai US$ 76.888. dari negara Eropa, yakni Italia. Bila diakumulasi dalam tiga bulan pertama di 2016, maka impor singkong mencapai 1.228 ton atau US$ 267.981.

Sebelumnya, kebijakan impor singkong ini sudah berlangsung sejak lama. Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencatat realisasi impor ubi kayu atau singkong pada 2015 berasal dari Thailand, Vietnam dan Italy. Berdasarkan data BPS dikutip Rabu (23/9/2015), sepanjang Januari-Agustus 2015 tercatat impor ubi kayu mencapai 4.193,59 ton dengan nilai Rp 14,2 miliar yang berasal dari Vietnam.

Pada tahun 2012, Pemerintah Indonesia mengimpor singkong sebesar 6.200 ton atau senilai Rp 15,2 miliar. Impor singkong dilakukan negara China, Vietnam dan bahkan Thailand.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong dari Thailand pada tahun tersebut hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar. Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, pada tahun 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu. Negara Italia merupakan negara sumber impor ubi kayu ke Indonesia dengan nilai terbesar yaitu US$ 20,64 ribu dengan berat 1,78 ton. (RPHS)