IMG_20160411_093133 (1)BENGKULU, PB – Pengentasan kemiskinan menjadi sasaran utama setiap program pembangunan yang digulirkan pemerintah, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur dasar dan strategis. Selain meningkatkan moblitas ekonomi, pembangunan infrastruktur akan membuka Bengkulu dari keterisolasian.

Baca juga: Gubernur Plot 30% APBD untuk Infrastruktur

Perbaikan infrastruktur sebagai solusi kemiskinan tersebut mengemuka dalam acara penandatanganan kerjasama (MoU) antara Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Rektor Universitas Bengkulu (UNIB) dan Launching Jurnal International Renper di Aula Rektorat UNIB, Senin (11/4/2016).

Lebih lanjut, Ridwan Mukti mengakui bila pengentasan kemiskinan tidak dapat diselesaikan dengan program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi semata, melainkan dibutuhkan pembangunan infrastruktur untuk membuka 670 desa yang masih terisolir.

“Infrastruktur sebagai solusi, diiringi dengan ketersediaan informasi,” kata mantan Bupati Musi Rawas tersebut.

Pemerintah menginginkan adanya peran serta masyarakat dan pengawasan atas proses pembangunan sehingga tidak ada lagi pembangkangan (ketidakpatuhan-red) aparatur pemerintah yang tergoda dengan KKN. Karenanya godaan tersebut mesti diamputasi.

“Fakta integritas patut dikawal akademisi, karena godaannya besar. Birokrasi merubah atau diubah oleh sistem yang ada. Karena itu, kita harus tega, tanpa ketegasan sulit mendapatkan aparatur yang baik,” kata Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat memberi sambutan Penandatanganan MoU.

Dikesempatan yang sama, Rektor UNIB Ridwan Nurazi mengatakan acara tersebut seiring dengan Disnatalis ke 34 UNIB. Saat ini kampus UNIB  memiliki akreditasi B dengan jumlah mahasiswa mencapai 17 ribu orang dan masuk dalam renking 10 besar keterbukaan informasi.

Ia juga sependapat perlunya pengembangan Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta Fakultas Kehutanan yang bertujuan untuk mendukung pembangunan daerah dan kemajuan ekonomi kedepannya.

“MoU perlu untuk sinergitas, perlunya payung kerjasama antara Pemprov dan institusi terkait,” harapnya.

Perlunya kajian untuk melakukan sebuah program pembangunan seperti pembangunan teknopark, dan UNIB siap membantu. Kedepannya, UNIB juga merencanakan kerjasama dengan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). [Zefpron Saputra]