12921062_1079266098805577_959446031_nBENGKULU SELATAN, PB – Beberapa siswa yang sakit, terpaksa mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) di rumah. Namun untuk memastikan tidak ada kecurangan, meskipun telah ada pengawas, maka pelaksanaan ujian di rumah juga diawasi oleh pihak kepolisian.

Baca: Siapkan Mental Siswa Hadapi UN, SMAN 1 BS Gelar Zikir dan Doa Bersama dan Pantau UN, Dirwan Tegaskan Hapus Uang Komite Sekolah

Seperti halnya yang terjadi dengan Zollosi, salah satu peserta UN dari SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan. Lantaran sakit, Zollosi terpaksa mengerjakan soal di rumahnya di Desa Kembang Ayun Kecamatan Seginim.

Pada saat mengerjakan soal UN, Zollosi diawasi oleh guru pengawas yakni Lufti dari SMKN 3 BS dan Brigpol Simanjuntak dari Polsek Seginim.

“Sesuai dengan aturannya, ujian di rumah harus diawasi oleh polisi dan pengawas dari pihak sekolah. Dari awalpun kami dari Polres BS sudah komitmen untuk memantau dan mengamankan pelaksanaan UN ini,” ujar Kabag Ops Polres BS AKP Nur Zaeni Toha.

Untuk diketahui SMKN 3 BS masih melaksanakan UN dengan sistem manual, sehingga lembar jawaban bisa dikerjakan di rumah. Seandainya sudah menggelar UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), maka kemungkinan siswa tersebut tidak bisa ikut UN, dan terpaksa ikut UN ulang. (Apdian Utama)