ferry ramliBENGKULU TENGAH, PB – Tokoh Presidium Pembentukan Kabupaten Bengkulu Tengah, Chairul Asikin menilai positif pembangunan yang dilakukan Bupati Ferry Ramli di dalam memajukan daerah paling termuda di Provinsi Bengkulu itu.

Asikin menilai setidaknya 2 hal dari 3 tujuan awal pembentukan Kabupaten Benteng (Benteng) yang sudah terlaksana, yaitu dijadikannya Renah Lebar/Renah semanek menjadi Ibukota Kabupaten Benteng, dan memperpendek rentang kendali pemerintahan.

Sementara tujuan terakhir pembentukan kabupaten itu ialah mensejahterakan masyarakat Benteng masih belum tercapai.  Demikian disampaikan Chairil Asikin di sela-sela kesibukan saat ditemui di rumahnya di Desa Pasar Pedati, Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Selasa (05/04/2016).

“Tujuan awal dibentuknya Kabupaten Benteng adalah menjadikan Renah Lebar menjadi ibukota kabupaten yang sering disebut Gunung Bungkuk. Dan itu sudah dilakukan Ferry (Bupati Ferry Ramli). Yang kedua, memperpendek rentang kendali provinsi, kabupaten antar kecamatan. Dulu kan mau ngurus apa-apa mesti ke Utara (Argamakmur-red), sekarang kan tidak. Kalau yang mensejahterakan masyarakat memang belum,” kata Asikin.

Menurut Ketua Ikatan Masyarakat Melayu Bengkulu (IMMB) Benteng ini, sejak 4 pejabat Bupati yang memimpin Bengkulu Tengah belum ada yang melaksanakan amanat itu, barulah bupati Ferry Ramli yang merealisir. selain itu tambah Asikin, belum ada bupati yang selincah Ferry Ramli, fleksibel. Yang turun langsung ke tengah rakyat baik untuk acara pernikahan maupun kematian.

“Pusat ibukota dibuat, jalan antar desa diperbaiki walau belum rampung. SKPD komplit. Belum ada (pejabat bupati di Benteng) selincah Ferry Ramli, fleksibel. Kerjo baik, kerjo buruk dio hadir di tengah-tengah rakyat,” tambah Asikin yang juga¬†Ketua Tim Percepatan Pembentukan Kabupaten Bengkulu Tengah, .

Hanya saja, dia berharap penempatan pejabat yang dilakukan bupati Ferry Ramli betul-betul profesional. Pejabat yang dipilih benar-benar dari latar belakang keahliannya.

“Saya mengharapkan pejabat betul-betul profesional. Ada pejabat latar belakang guru tibo-tibo (jadi) camat atau kepala dinas. Termasuk yang dipenjara (Samsuri Anif, MPd, mantan Kadispendik Benteng-red), right man on the right place-lah,” ujar Asikin. (Dedy Irawan)