dirwanBENGKULU, PB – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu Budiharso mengatakan pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kepada Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Hal ini menyusul tidak hadirnya satupun pejabat Bengkulu Selatan ke Kantor BNNP Bengkulu.

“Kemarin kita sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan pak bupati, wakil bupati, dengan sekda, agar mereka memberikan keterangan ke BNNP secara sukarela. Tapi sampai saat ini tidak ada yang hadir. Maka kita layangkan surat panggilan untuk memberikan keterangan,” jelas Budi, di Kantor BNNP, Rabu (11/5/2016).

(Baca juga: Ini Penjelasan Lengkap BNN Soal Temuan Narkoba di Ruangan Dirwan dan Dirwan Tantang BNN Ungkap Siapa Pemilik Sabu dan Ekstasi di Kantornya)

Dia berharap agar semua pihak yang akan dipanggil bisa hadir agar penyelesaian kasus ini bisa cepat dilakukan. “Mudah-mudahan (mereka hadir). Kita jangan mengandai-andai,” ucapnya.

Kapan akan dilayangka surat itu? “Mulai hari ini kita layangkan suratnya. Kita jadwalkan segera. Untuk besok atau besoknya staff-staff nya dulu,” paparnya.

Untuk barang bukti yang sudah diamankan, Budi mengatakan masih harus diuji di laboratorium BNN Pusat. “Ini (barang bukti-red) akan kita bawa untuk ditimbang dan juga diuji lab. Hari ini kita upayakan untuk berangkat,” ungkapnya.

(Lihat juga: BNN Tak Temukan Buku Tamu di Kantor Bupati BS)

Dia juga mengaku dengan Kepala BNN Budi Waseso terkait kasus ini. “Sudah koordinasi dengan Pak Buwas. Segala sesuatu yang menarik apa lagi seperti ini kita selalu koordinasi. Beliau minta untuk ditindaklanjuti. Kalaupun tidak diperintahkan itu kita tetap akan tindaklanjuti,” kata Budi. [IC]