Iswandi Ruslan (5)
Foto: Iswandi Ruslan saat diwawancara awak media

BENGKULU, PB – Tempat pengungsian darurat atau shelter tsunami di Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, yang dibangun dengan anggaran negara sebesar Rp 8 miliar, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Tempat tersebut dipenuhi dengan kotoran sampah dan ditengarai digunakan sebagai tempat maksiat.

(Baca juga: Soal Mitigasi Bencana, Rohidin: Perlu Belajar pada Jepang)

Di dalam bangunan gedung shelter yang terdiri dari empat lantai itu banyak ditemukan kotoran kambing, kaleng aibon, bungkusan komik dan bahkan ditemukan sisa-sisa alat kontrasepsi (kondom) yang berserakan. Kondisi atapnya pun penuh genangan air. Pemerintah Daerah beralasan bila perawatannya terbengkalai karena terhambat wewenang pengelolaan.

“Setahu kami shelter tersebut sampai saat ini belum diserah terimakan oleh Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu kepada BPBD Kota maupun BPBD Provinsi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Mulyani saat dihubungi via telepon, Rabu (11/5/2016).

Padahal, lanjutnya, fungsi bangunan tersebut sangatlah penting untuk menampung para korban jika terjadi gempa besar diikuti tsunami. Daya tampung bangunan ini sebanyak 1.500 orang.

Ovi, warga sekitar shelter itu mengungkapkan bila gedung itu sering digunakan oleh muda-mudi dari luar. “Kalau anak-anak muda yang sering datang dan mangkal disini seringkali meresahkan masyarakat, sayangnya warga kita tidak dapat setiap waktu bisa memantau,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengembalikan fungsi gedung tersebut untuk berbagai kegiatan positif. Hal yang perlu diilakukan pemerintah, sambungnya, merawat kebersihan gedung yang saat ini dipenuhi sampah plastik dan kotoran hewan.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Bengkulu Iswandi Ruslan akan menyampaikan kepada pihak eksekutif daerah baik kota maupun provinsi agar sesegera mungkin memanfaatkan gedung ini sesuai dengan kegunaannya dan perawatannya pun dapat dilakukan.

“Nanti kita juga akan mengusulkan kepada pihak BNPB maupun BPBD agar membuatkan pos penjagaan ditempat itu agar tidak dimanfaatkan untuk hal-hal negatif. Sebab penyalahgunaan fasilitas ini sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar,” demikian Iswandi. [Zefpron Saputra]

sheleter (3) sheleter teluk sepang 1