13295401_1109166689148851_324112500_n 13293356_1109166742482179_1322020159_n

BENGKULU SELATAN, PB – Perlakuan dan sikap orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi psikologi anak. Orang tua harus mampu bersikap dan berprilaku yang baik dalam mendidik anak. Agar tidak salah dalam memperlakukan anak-anak, setidaknya ada empat perilaku salah yang tidak boleh orang tua terapkan kepada anak.

Baca juga: Tayangan Sinetron Berdampak Pada Kekerasan Seksual

Pertama, Emotional Abuse; yakni orang tua/dewasa yang acuh terhadap anak. Misalnya anak sedang menangis dibiarkan. Ataupun anak bertanya sering tidak dijawab.

Kedua, Verbal Abuse; Orang tua memperlakukan anaknya dengan kata-kata kasar atau memaki-maki. Misalnya ketika kasar tidak dibenarkan mengeluarkan kata-kata seperti bodoh, tolol, goblok, dan lainnya.

Ketiga, Physical Abuse; Orang tua memperlakukan anak dengan kekerasan fisik. Misalnya memukul, mencubit, dan menghukum anak dengan kekerasan dan lainnya.

Keempat, Sexual Abuse; Orang tua memberikan kekerasan dan pelecehan sexual kepada anak.

Hal tersebut mengemuka pada acara Seminar Perlindungan Anak dan Perempuan yang digelar oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bengkulu Selatan, Senin (23/5/16). Bertempat di Aula Mapolres Bengkulu Selatan.

“Empat hal itu harus dihindari oleh orang tua. Kalaulah anak-anak kita melakukan kesalahan, memang harus kita hukum. Tapi bukan dihukum dengan kekerasan. Yang ingin kita tanamka, atas kesalahan yang telah diperbuat anak, anak menjadi orang yang bertanggung jawab atas kesalahannya. Misalkan, kita hukum dengan menyapu rumah, mengepel atau membersihkan kamar mandi. Ini lebih mendidik,” jelas Ketua Bhayangkari Bengkulu Selatan Pinangki Sirnamalasari yang didaulat sebagai Nara Sumber pada seminar tersebut.

Sementara itu, Nara Sumber lainnya yakni Iptu Risqi Akbar yang juga Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan lebih khusus menyampaikan materi tentang kajian hukum dan perundang-undangan tentang anak dan perempuan. Di antaranya membahas Undang-Undang Nomor 24 tahun 2014 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca: Bahaya, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Semakin Tinggi

“Saah satu langkah untuk mencegah KDRT adalah dengan menjaga suasana rumah tangga yang harmonis dan menjaga komunikasi. Pada tahapan tertentu, jika diperlukan tidak ada salahnya menggunakan jasa konselor,” ujar Kasat Reskrim. (Apdian Utama)