gizi burukREJANG LEBONG, PB – Maraknya gizi buruk yang terjadi di Rejang Lebong sejak tahun 2015 lalu dinilai sebagai dampak negatif dari banyaknya pernikahan dini. Ini dinyatakan oleh Tim Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu yang mendatangi Rejang Lebong dalam kegiatan road show gizi buruk di salah satu Hotel di Rejang Lebong, selasa siang (31/05).

Simak juga: Dinkes RL Buka Stand Pemeriksaan HIV Gratis

“Bukan hanya pernikahan dini saja, melainkan faktor kesejahteraan juga sangat berpengaruh terjadinya gizi buruk ini,” ujar Aplan Sarkawi, Petugas Gizi Dinas kesehatan (Dinkes) Propinsi Bengkulu.

Selain itu, Aplan juga mengatakan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di 10 kabupaten dan kota lainnya yang ada di Propinsi Bengkulu. “Dari data yang kita miliki, ada 150 kasus giji buruk yang terjadi di seluruh propinsi Bengkulu ini. Terbanyak ada di Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 50 kasus. Sedangkan Rejang Lebong terjadi 10 kasus,” ujar Aplan.

Dikatakan Aplan, sebagai usaha penuntasan Giji buruk ini, perlu dilakukan sosialisasi terhadap warga tentang bahaya pernikahan dini serta minimnya pengetahuan asupan pengganti makan pokok dan peran penting Asi Ibu.

“Kita juga akan membuat program pemberian bantuan makanan bergizi bagi Keluarga yang mengalami kasus giji buruk. Kami harap, kasus serupa tidak terulang lagi,” ujar Aplan. (Ifan S)