Irman Gusnan DPD RIBENGKULU, PB – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 108 yang jatuh setiap tanggal 20 Mei merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk untuk menatap masa depan bangsa yang jauh lebih baik, salah satunya caranya adalah dengan mencetak generasi yang berkarakter kuat dan tangguh.

Baca: Kebangkitan Nasional: Bangkit untuk Berkompetisi, Mari Kerja Nyata!

Hal itu disampaikan, Ketua DPD RI, Irman Gusman saat menghadiri program penyerahan piagam “Bintang Kelas” kepada pelajar sekolah swasta Se Kota Bengkulu, di Kantor DPD RI Perwakilan Bengkulu, Jumat (20/5).

“Secara simbolik dalam rangka hari kebangkitan nasional esensinya adalah kita harus merubah paradigma untuk membangun indonesia berbasis sumber daya manusia, selama ini kita selalu mengandalkan sumber daya alam. Kunci membangun SDM itu adalah pendidikan,” katanya.

Lanjutnya, pendidikan memiliki makna luas dan sangat penting bagi bangsa Indonesia dimasa depan, untuk itu semua pihak dan lapisan masyarakat harus bahu membahu untuk merubah mainset, cara berfikir dan bertindak untuk keluar dari kemiskinan dan kebodohan.

“Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang penuh dengan persaingan maka bangsa Indonesia dituntut untuk bisa mandiri dan mampu hidup dalam gairah produktifitas dalam menghadapi kehidupan yang semakin global,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Makna Hari Kebangkitan Nasional bisa mengacu kepada masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya telah berkobar selama penjajahan kolonialisme Belanda dan Jepang. Selain itu, Tanggal 20 mei ternyata bertepatan dengan berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)menjadi momen besar lainnya dalam masa kebangkitan. [MS]