Hermen MalikBENGKULU, PB – Bupati Kaur periode 2011-2016, Hermen Malik menanggapi santai tawaran Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti untuk bergabung ke Pemerintah Provinsi (Pemprov). Dia menegaskan bahwa dirinya ingin istirahat dulu dari aktivitas pemerintahan dan ingin kembali mengabdi sebagai dosen.

Baca juga: Sukses Pimpin Kaur, Hermen Malik Jadi Rebutan

“Tawaran itu kan tawaran membangun, jelas terima. Tapi kalau masuk dalam struktur pemerintahan? Saya mau istirahat dulu. Saya harus kembali ke kampus,” kata Hermen Malik, Sabtu (21/5/2016).

Menurutnya, tugas membangun daerah tidak hanya dilakukan di pemerintahan saja. Tapi melalui jabatan apapun, semua orang bisa membangun. “Yang jelas saya ini guru, saya ingin mengajar, saya ingin kembali ke kampus,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Hermen merupakan dosen Fakultas Pertanian UNIB. Dia juga sempat menjadi Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu. Namun, pada 2010 lalu, ia memutuskan untuk masuk menjadi kepala daerah dan terpilih menjadi Bupati Kaur.

Lima tahun memimpin Kaur, konsep pendidikan yang dicanangkan oleh Hermen terbilang berhasil. Mulai dari membangun sekolah standar internasional hingga membuat program kuliah gratis ke luar negeri untuk anak Kaur yang berprestasi. Program-program ini pula yang membuat banyak orang orang melirik PNS yang lahir di Bengkulu 12 September 1957 tersebut.

“Menurut saya, pendidikan itu adalah kunci untuk membangun sebuah daerah. Daerah atau wilayah atau bangsa yang memperhatikan pendidikan, maka daerah itu akan maju,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, tidak hanya pendidikan saja yang harus dibangun. Dalam bahasa Hermen, kepala daerah harus membangun generasi. Program pembangunan generasi ini meliputi kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

“Harus ada fokus utama dalam membangun daerah. Semua program harus diarahkan untuk membangun generasi. Tidak hanya pendidikan, tapi juga kesehatan. Kan percuma kalau berpendidikan tapi sakit. Infrastruktur juga harus difokuskan menuju ke pembangunan SDM,” paparnya.

Bangsa mana saja, sambung Hermen, akan gagal bila pemimpinnya gagal membangun generasi. Kalaupun berhasil, itu hanya sebentar atau hanya nampaknya saja berhasil, tapi sebenarnya keropos. Karena itu, ia minta agar Bupati Kaur yang baru ini agar bisa melanjutkan semua programnya yang terkait dengan pembangunan generasi.

“Pesan saya, teruskan saja, kalau mungkin ditingkatkanlah. Kan ini generasi muda. Generasi yang lebih muda harusnya lebih bagus dan akselerasi lebih cepat, lebih semangat,” pungkasnya. [IC]