Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Bandara Fatmawati Bengkulu, SarosaBENGKULU, PB – Kasus ‘biola Dodit Mulyanto’ terus menarik para netizen. Beberapa lontaran pedas juga disampaikan para netter terhadap petugas Bandara Fatmawati Bengkulu yang ‘melarang’ biola stand up comedy-an tersebut masuk ke dalam kabin. Karena itu, Pedoman Bengkulu mengkonfirmasi hal ini ke manajemen Bandara Fatmawati, Selasa (3/5/2016).

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Bandara Fatmawati Bengkulu, Sarosa, menjelaskan beberapa hal terkait case ini. Pertama, ia menegaskan jika pihaknya bekerja sesuai dengan regulasi dalam menjalankan tugas, tepatnya SKEP/2765/XII/2010.

Regulasi yang terbit 21 Desember 2010 itu menjelaskan tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan yang Diangkut Dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

“Jadi kita dalam menjalankan tugas tidak mengacu pada bandara yang lebih besar, tidak mengacu keBandara Soeta, Juanda, Bali, dan lainnya. Tapi mengacu pada regulasi,” jelas Sarosa.

Dalam beleid itu, lanjutnya, memang tidak disampaikan secara eksplisit larangan membawa biola. Tapi disebutkan jika ada barang yang tidak boleh masuk lantaran bisa membahayakan, baik itu digunakan oleh yang membawa atau penumpang lainnya.

“Tidak mungkin disebutkan bendanya satu persatu, tapi dijelaskan ada benda yang bisa digunakan untuk tindakan melawan hukum,” ungkapnya seraya menyampaikan biola memiliki senar yang bisa digunakan untuk melawan hukum.

“Mungkin tidak digunakan oleh Dodit, tapi kan bisa digunakan oleh orang lain yang punya niat jahat,” sambungnya. Karena itulah, ia menyampaikan tidak ada toleransi bagi penumpang membawa barang tersebut.

Baca juga: Dodit Mulyanto Minta Oknum Bandara Fatmawati Minta Maaf

Poin kedua, Sarosa keukeh jika petugasnya sudah melakukan hal yang benar dan sesuai dengan regulasi yang ada. Terlebih lagi, para petugas tersebut sudah mendapatkan sertifikat dan lisensi dan sudah cukup senior dalam tugas sebagai Aviation Security.

Lalu bagaimana dengan desakan Dodit agar petugas itu meminta maaf secara terbuka? Sarosa menegaskan jika petugasnya tidak perlu melakukan hal tersebut. “Teman-teman di lapangan tidak salah. Mereka juga didukung oleh air lines dalam hal ini Citilink yang melarang biola dimasukkan ke dalam kabin secara langsung,” jelasnya.

Ketiga, Sarosa menilai Dodit hanya mencari sensasi. Bahkan, Sarosa mengatakan, sebenarnya yang arogan pada saat kejadian itu adalah Dodit. Pria berdarah Jawa itu membentak-bentak petugas dan membuat kekacauan di bandara.

“Dia teriak-teriak dan marah-marah hingga penumpang lain melihat dia. Saya pikir ini kan cuma cari sensasi dan agar bisa lebih terkenal. Tapi petugas kita yang terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki cuma senyum aja waktu itu,” ungkapnya.

Menurutnya ini hanya trik artis baru agar lebih naik daun. “Saya misalnya, sebelumnya tidak kenal, sekarang jadi tahu. Trik-trik yang begini ini kan kadang bikin repot kita,” tukasnya.

Keempat, biola tetap bisa masuk. Dia menyampaikan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan ada beberapa cara agar biola bisa masuk dan diangkut pesawat, diantaranya diletakkan di bagasi, diletakkan di kabin tercatat dan melalui kargo.

“Semuanya free. Kan kalau tidak melebihi 20 Kg gratis. Lagian kalau diletakkan di kabin tercatat, pengawasan dari petugas kita lebih optimal,” kata dia.

Dengan kejadian ini, ia pun mengimbau agar penumpang yang tidak memahami keselamatan angkutan udara bisa memahami semua regulasi ini. “Karena kami menjalankan tugas ini semata-mata untuk keselamatan penumpang,” pungkasnya. [IC]