Pembinaan RT-RW di Kecamatan Ratu SambanBENGKULU, PB – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu kembali mengkonsolidasikan seluruh Ketua-ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah hukumnya, Rabu (11/5/2016). Kali ini, konsolidasi digelar di Kecamatan Ratu Samban.

Baca juga : Cegah Perampokan dan Perkosaan, Kesbangpol Kawal Pengaktifan Poskamling

Kepala Badan Kesbangpol Kota Bengkulu, M Taufik Mantan, mengungkapkan, warga Kota Bengkulu patut mewaspadai terorisme. Khususnya setelah dua terpidana teroris Suyitno Guntur Pamungkas dan Muhammad Amin alias Amin Mude dipindahkan dari Jakarta ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bentiring.

“Kepindahan mereka berdua bisa saja menjadi perhatian rekan sesama teroris. Selama ini teroris memang memandang Bengkulu aman dan kondusif sehingga menjadi tempat persembunyian yang dianggap aman oleh mereka,” kata Taufik disela-sela konsolidasi RT-RW tersebut.

Ia menjelaskan, persembunyian teroris di Bengkulu sulit untuk terdeteksi. Hanya saja, lanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan Komunitas Intelijen Daearah (Kominda) untuk mengantisipasi kehadiran teroris di Bengkulu.

“Sejauh ini memang belum ada laporan masuknya teroris. Langkah antisipasi kita lakukan dengan memberikan materi kepada seluruh RT-RW di Kota Bengkulu. Waspadai bila ada pendatang baru yang belum dikenal,” ungkapnya.

Ia menguraikan, suburnya terorisme, termasuk komunisme, lantaran tingginya tingkat kemiskinan. Menurutnya, kedua paham tersebut tumbuh subur di dearah perbatasan dimana mayoritas masyarakatnya masih miskin yang mayoritas membutuhkan bantuan dan sumbangan.

“Masyarakat mudah tertarik dengan terorisme dan komunisme karena melihat oknum pemerintah yang korup, ketimpangan dalam pembangunan ekonomi, sempitnya lapangan pekerjaan, rendahnya keimanan, lunturnya rasa kebangsaan, kurangnya rasa cinta tanah air, yang semuanya itu bermuasal dari kemiskinan itu sendiri,” demikian Taufik.

Pada konsolidasi RT-RW ini, sejumlah pemateri yang berasal dari unsur TNI-Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Musyawarah Adat (BMA) dan Dinas Pertamanan dan Kebersihan (Distamber) Kota Bengkulu memaparkan tentang upaya-upaya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Para pemateri memaparkan tentang pentingnya segera melaporkan setiap kejadian tindak kejahatan dan keributan di tengah-tengah kepada TNI-Polri terdekat, pentingnya menghidupkan Pos Keamanan Lingkungan, pentingnya menghidupkan suasana keagamaan di tengah-tengah masyarakat dan lain sebagainya. [RN]

Pembinaan RT-RW di Kecamatan Ratu Samban I Pembinaan RT-RW di Kecamatan Ratu Samban II