Yulianto, spesialis pencuri rumah saat terekam CCTV (2)BENGKULU, PB – Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu kembali menggelar persidangan kasus pencurian oleh Yulianto bin Mahyudin di rumah Zamroni, warga Jalan Nala 24 RT 3 RW 1 Kelurahan Anggut Bawah, Rabu (11/5/2016).

Yulianto masuk ke rumah Zamroni pada tanggal 10 Februari 2016. Ia menggasak uang jutaan rupiah. Aksinya itu terekam dalam CCTV yang kemudian disebarluaskan ke Facebook. Salah seorang pengguna Facebook yang mengaku mengenal Yulianto kemudian menghubungi korban.

Tak lama kemudian korban berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Lalu Tim Buru Sergap (buser) Polres Bengkulu bergerak cepat dan menangkap Yulianto pada tanggal 14 Februari 2016. Kepada Polisi, Yulianto mengakui perbuatannya.

Panca DarmawanPanca Darmawan, pengacara terdakwa si pencuri rumah, usai persidangan mengatakan, kliennya memang mengambil uang dari rumah Zamroni. Menurutnya, saat itu Yulianto dalam keadaan linglung karena usai berkelahi dengan istrinya.

“Kalau niatnya mencuri, habis isi rumah itu,” katanya.

Sementara Tri Kurniawan, anak kandung Zamroni, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herwinda Martina menuntut berat terdakwa pencurian di rumahnya. Menurut dia, pelaku telah meresahkan bukan hanya warga di sekitar Anggut Bawah, namun juga di dekat kediaman pelaku sendiri.

“Kami kehilangan uang dan barang bukan hanya saat pelaku tertangkap kamera CCTV yang saat itu belum lama kami pasang. Kami kehilangan uang dan barang sudah cukup lama. Hanya saja baru diketahui siapa pelakunya setelah kami memasang CCTV,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, pada rekaman CCTV, terdakwa tampak jelas masuk ke dalam rumah ketika kedua orangtuanya masih tertidur lelap atau sekira pukul 02.55 WIB. Pada waktu pencuri itu masuk, lanjutnya, biasanya orangtuanya terbangun dan ke kamar kecil untuk membuang hajat dan melaksana shalat malam.

“Bayangkan bila terdakwa dipergok orangtua saya saat melakukan aksinya. Pasti dia tidak akan tinggal diam. Saya pun kembali ke rumah hanya selang beberapa menit ketika terdakwa keluar dari rumah. Kalau saya masuk rumah saat dia beraksi, pasti saya tidak akan tinggal diam,” ucapnya.

Tri yakin, terdakwa bukan pencuri biasa. Pasalnya, kata dia lagi, terdakwa menyusun kembali semua barang-barang yang dibongkarnya ke tempat semula. Terdakwa juga mampu masuk ke dalam rumah tanpa membongkar pintu dan keluar dari rumah dengan kembali mengunci pintu dari luar.

“Kepada Ketua Mejalis Hakim, Bapak Suparman, kami berharap terdakwa dapat dituntut maksimal agar memberikan efek jera kepadanya yang meresahkan begitu banyak orang. Kami mohon agar terdakwa dapat divonis sembilan tahun sebagaimana Pasal 363 KUHP ayat 2,” demikian Tri Kurniawan.

Dalam Pasal 363 ayat 1 ke 3 KUHP tertulis, terdakwa bisa dihukum selama-lamanya tujuh tahun bilamana melakukan pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada disitu tiada dengan setahunya atau bertentangan dengan kemauannya orang yang berhak (yang punya).

Kemudian pada Pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP tertulis terdakwa bisa dihukum selama-lamanya tujuh tahun bilamana pencurian yang dilakukan oleh tersalah dengan masuk ketempat kejahatan itu atau dapat mencapai barang untuk diambilnya, dengan jalan membongkar, memecah atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Lantas pada Pasal 363 ayat 2 KUHP tertulis, bila pencurian yang diterangkan dalam ayat 1 ke 3 disertai dengan ayat 1 ke 5, maka terdakwa bisa dijatuhkan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun. [Zefpron]