Minuman tuak yang disita aparat kepolisianBENGKULU SELATAN, PB – Konsumen, produsen dan kurir tuak bisa leluasa membangun bisnis tuak, pasalnya belum ada peraturan yang melarang dan sanksi yang jelas. Belum adanya peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan tuak, membuat peredarang tuak khususnya di Bengkulu Selatan semakin eksis.

Baca juga: Polres BS Gagalkan Bisnis Tuak Lintas Kabupaten

Terbukti, dalam beberapa minggu terakhir jajaran kepolisian Polres Bengkulu Selatan berhasil mengamankan ribuan liter tuak. Bahkan, tuak dari Kabupaten tetangga yakni dari Seluma terus menggempur pasar tuak di Bengkulu Selatan.

Terbaru, kemarin (5/5/16) Polsek Pino Raya kembali mengamankan 360 liter tuak dari Kabupaten Seluma. Rencananya tuak tersebut akan dibawa ke kawasan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna. Tuak tersebut dibawa oleh Usman (50) warga Desa Darat Sawah Kecamatan Seginim. Usman berperan sebagai kurir.

Lihat juga: Tuak Beda dengan Miras, Perlu Perda Khusus Untuk Memberantasnya

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Napitupulu Yogi Yusuf melalui Kapolsek Pino Raya Iptu Sugiyo mengatakan penangkapan tuak tersebut dilakukan sekira pukul 17.00 WIB Kamis (5/5/16). “Tuak dimasukkan ke dalam 16 jerigen. Memang sudah beberapa kali ada tuak yang diamankan dari Seluma ini. Setelah diamankan, tuak itu kita antar ke Mapolres,” ujar Sugiyo. (Apdian Utama)