Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (8)LEBONG, PB – Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adi Karyono dan Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melalukan pemantauan bencana longsor yang terjadi di kawasan pengeboran gas geothermal PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Bukit Belerang, Desa Taba Anyar, Desa Mubai dan Desa Lokasari Kecamatan Lebong Selatan, Jum’at (6/5/2016).

Baca juga : Banjir Bandang Landa Lebong

Saat itu, Rohidin membawa Asisten II Setda Provinsi Iskandar ZO, Plt Kepala Dinas PU Provinsi Buyung Azhari, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Husni Mahyudin, Kepala Dinas Sosial Propinsi Bengkulu Din Ikhwan dan bersama-sama Bupati Lebong Rosjonsyah meninjau sejumlah lokasi.

Rohidin tiba di Posko Induk Kantor Camat Lebong Selatan sekira pukul 11.00 WIB. Kemudian pada pukul 14.00 WIB, ia menemani Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam memberikan bantuan sebesar Rp 15 juta kepada Roni Doris (26), korban longsor yang masih terbaring di RSUD Lebong. Dana ini juga diberikan kepada korban lainnya.

Selain itu, Rohidin bersama Rosjonsyah juga mengadakan dialog dengan warga yang terkena dampak atas longsor yang terjadi pada Kamis (28/4/2016) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti permintaan warga dalam dialog tersebut.

“Kepada instansi-instansi terkait kami minta untuk mencatat semua aspirasi warga untuk ditindaklanjuti. Kami juga akan berkomunikasi dengan pihak PT PGE untuk bersama-sama menangani dampak longsor ini,” ujar Rohidin.

Sementara warga Desa Sungai Gerung, Kecamatan Amen, Hendra Surya (41), mengeluhkan kerugian material yang ia alami dengan adanya kejadian longsor tersebut. Sebanyak empat ton ikannya mati karena aliran sungai yang menurut dia berasal dari limbah PT PGE.

“Ketika mereka melakukan bor tanah vulkanik, limbahnya mengalir ke sungai dan mengakibatkan ikan-ikan kami mati. Saya sendiri kehilangan empat ton ikan nila. Termasuk warga lain di sekitar sini mungkin jumlah mencapai 12 ton,” ujarnya.

Ia pun berharap agar aktifitas pengeboran tersebut dapat dihentikan. Ia pun berharap kepada pemerintah untuk menghentikan lumpur yang turun akibat dorongan hujan. Pasalnya, kata dia, bukan hanya ikan yang mati, namun sejumlah sawah juga gagal panen rusak akibat luapan lumpur saat hujan turun.

“Mungkin ada sekitar 50 hektar sawah yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi kemarin. Memang tidak ada korban jiwa tapi sebanyak tuga rumah rusak. Kami berharap pemerintah bisa mencari akar persoalan dan menuntaskan permasalahan ini,” demikian Hendra. [Doni Morsi/RN]

Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (11) Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (10) Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (9) Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (5)

Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (6) Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (4) Dampak Longsor dan Banjir Bandang di Lebong (3)