FB_IMG_14698722530004519-1 BBENGKULU SELATAN, PB – Untuk melatih pelajar dalam menyampaikan gagasan, pemikiran dan perasaan dengan menggunakan tata bahasa yang baik, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional menggelar lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan.

Perlombaan tersebut ditujukan untuk pelajar kelasIV, V dan VI Sekolah Dasar serta kelas VII atau kelas I Sekolah Menengah Pertama (SMP). (Baca juga: Pelajar Sumbang Saran Membangunan Daerah  dan Pelajar BS Mampu Menjawab Tantangan Zaman)

Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp 48 juta. Rinciannya Rp 10 juta untuk juara pertama, juara kedua Rp 8 juta, juara ketiga Rp 6 juta, juara keempat Rp 5 juta, juara kelima Rp 4 juta, dan juara keenam sampai kesepuluh masing-masing mendapatkan hadiah Rp 3 juta.

Dijelaskan Plt Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bengkulu Selatan Amir Syofian, isi surat tersebut berupa kritik, saran, masukan dan pandangan terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Setiap siswa maksimal mengirimkan dua buah surat.

“Surat tersebut bisa dikirim melalui pos atau jasa penitipan lainnya dengan dilampiri fotokopi kartu pelajar dan surat keterangan dari Kepala Sekolah. Dialamatkan ke panitia menulis surat untuk menteri Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Jl. Daksinapai Barat IV, Rawamangun Jakarta Timur, Kode Pos 13220,” ujar Amir.

Syarat lainnya, lanjut Amir, surat yang dikirim untuk mngikuti lomba tersebut adalah tulisan asli bukan tulisan orang lain, bukan saduran tau terjemahan, belum pernah ikut lomba serupa dan belum pernah dipublikasikan.

“Lomba ini secara nasional, dan saat ini pengiriman surat sudah dimulai hingga tanggal 15 Agustus mendatang. Untuk 10 orang juara nanti akan mengikuti acar puncak bulan bahasa dan sastra pada 28 Oktober nanti di jakarta selama empat hari. Untuk itu, kami menghimbau kepada siswa-siwa di Bengkulu Selatan untuk ikut perlombaan ini, di samping itu, kami minta kepada sekolah untuk mensosialisasikan hal ini,” pungkas Amir Syofian. (Apdian Utama)