tony alfianBENGKULU, PB – Ramainya kunjungan ke objek wisata primadona Pantai Panjang mengakibatkan meningkatnya volume sampah di kawasan tersebut. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Bengkulu mengakui bahwa melonjaknya volume sampah tersebut membuat pantai tempat Presiden RI pertama Bung Karno pernah menginjak kakinya ini menjadi kotor.

Baca juga : Distamber Ajak Disparekraf Kerjasama Bersihkan Pantai Panjang

Kepala Disparekraf Kota Bengkulu, Tony Elfian, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Kebersihan untuk membersihkan sampah-sampah tersebut. Namun karena banyaknya sampah yang berserakan tidak sebanding dengan tenaga kebersihan yang ada membuat sampah-sampah tersebut tidak bisa dibersihkan dalam sekejap.

Pun demikian, lanjut Tony, pihaknya telah memberikan teguran keras kepada para pedagang dan pengunjung yang berada di kawasan Pantai Panjang untuk dapat menjaga kebersihan. Ia menyayangkan rendahnya kesadaran pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan di pantai yang memiliki panjang lebih dari tujuh kilometer tersebut.

“Sebenarnya kita terus berkoordinasi dengan Distamber, tapi memang program penanganan secara khusus untuk sampah di bibir pantai itu tidak ada. Bukan kami tidak mau untuk membersihkannya. Makanya kita berikan teguran keras kepada para pedagang agar mereka dapat menjaga kebersihan,” ujar Tony.

Ke depan, Tony memastikan ia akan secara rutin untuk turun ke lapangan agar dalam pekan ini persoalan penumpukan sampah di Pantai Panjang dapat segera teratasi. Dengan demikian, Pantai Panjang dapat kembali rapi, bersih, bebas dari sampah khususnya sampah batok kelapa yang dijajakan oleh para pedagang untuk para pengunjung. [Nurul Saadi]