Mendagri RIJAKARTA, PB – Pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat harus memahami dan mencegah empat hal ini. Keempat hal itu adalah area rawan korupsi, rawan bencana, ancaman radikalisme terorisme serta bahaya narkoba. Dengan begitu, pembangunan daerah dapat berjalan efektif, dan stabilitas kondusif.

“Harus dipahami area rawan korupsi seperti perencanaan anggaran, pajak retribusi daerah, bansos (bantuan sosial) dan hibah,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menilai sejumlah wilayah di Indonesia misalnya, merupakan daerah yang rawan bencana. “Karenanya harus dipahami benar-benar area rawan bencana. Potensi gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain-lain harus dicermati,” kata dia.

Sementara radikalisme terorisme juga jangan dibiarkan tumbuh di masyarakat. Dia berharap masyarakat agar berani menentukan sikap siapa kawan, dan siapa lawan termasuk kelompok yang ingin memecah NKRI, atau mengganti Pancasila.

“Enggak bisa kita serahkan ke polisi atau TNI. Kita harus ikut terlibat antisipasi. Jadi enggak ada lagi istilah intelijen kecolongan,” jelasnya.

Untuk bahaya narkoba, kata Tjahjo, juga mengancam secara nyata. “Per RT (rukun tetangga) ada 1 sampai 2 orang yang gunakan narkoba di seluruh Indonesia,” tuturnya. [GP]