20160317_085455 ABENGKULU SELATAN, PB – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan melakukan uji sampel terhadap limbah pengelolaan CPO dari pabrik milik PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) yang terletak di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Sampel yang diambil adalah air Sungai Selali tempat pembuangan limbah.

Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah air sungai tersebut berbahaya atau tidak. Hal tersebut dilakukan lantaran air sungai tempat pembuangan limbah tersebut berwarna kehitaman, sehingga dipandang perlu dilakukan uji laboratorium.

Diungkapkan staf ahli Bupati bidang pembangunan Jonior Hafiz, saat ini sampel tersebut sudah dibawa ke Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu untuk diteliti lebih lanjut.

Jika hasil uji sampel nanti ditemukan ada zat yang membahayakan, maka akan dilakukan kajian lebih lanjut. Namun dirinya berharap, limbah yang dibuang ke sungai tersebut tidak membahayakan.

“Kita tunggu dulu nanti apa hasil dari uji sampel itu. Ini juga sebagai upaya kita untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa ditimibulkan akibat limbah pabrik PT SBS ini. Memang PT SBS ini sudah lama beroperasi, tapi belum terdengar kita ada efek negatif yang ditimbulkan akibat limbah ini. Karena sebelum limbah dibuang ke sungai sudah melalui proses terlebih dahulu. Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kita lakukan uji sampel,” ujar Jonir.

Dirinya juga meminta kepada pihak perusahaan agar disiplin dalam melakukan pengelolaan limbah sebelum dibuang ke sungai. Pihak perusahaan harus memperhatikan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah juga telah mengingatkan Pengusaha Sawit Jangan Cuma Kejar Profit. Pengusaha diminta untuk turut turut memperhatikan aspek sosial dan aspek lingkungan dalam menjalankan roda bisnisnya. Ia juga minta agar dana pertanggungjawaban sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) harus tepat sasaran. (Apdian Utama)