13920653_305079036549925_3329223385097096421_nBENGKULU, PB – Program pertanian kota (urban farming) menjadi salah satu kriteria pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan. Kemampuan masyarakat untuk memperoduksi sendiri dan menyediakan kecukupan kebutuhan pangan menjadi faktor penting bagi terciptanya kedaualatan pangan dimasa depan.

Mengingat pentingnya pembangunan pertanian kota tersebut, Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan menyerahkan secara langsung 45 unit motor dinas kepada para Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (BKPPP) Kota Bengkulu. Hal tersebut dialkukan untuk mendukung konsep kemandirian pangan di Kota Bengkulu.

“Semoga dengan adanya kendaraan dinas ini semangat kerjanya meningkat,” ujar Helmi di halaman kantor BKPPP Kota Bengkulu, Senin (1/8) tadi.

Menurut laporan Kepala BKPPP kota Bengkulu Arif Gunadi mengaku sudah sekitar 11 tahun para penyuluh ini tidak menerima motor dinas dalam menunjang pekerjaannya. “Pengadaan motor dinas ini kita anggarkan di APBD 2016,” tutur Helmi.

Walikota Helmi menyampaikan bahwa motor dinas yang diberikan kepada penyuluh ini adalah apresiasi Pemerintah Kota Bengkulu. Penghargaan dari dedikasi yang tinggi dari para penyuluh dalam mendukung program pemerintah. “Maksmialkan kerja kita sukseskan program 8 tekad Bengkulu demi kemajuan kota kita bersama,” pungkasnya.

Sebanyak 45 unit motor dinas ini diperuntukan kepada 45 orang PNS penyuluh dilingkup BKPPP kota Bengkulu. Penyuluh yang ada saat ini terdiri dari 45 orang penyuluh PNS, 45 penyuluh swadaya dan 48 orang penyuluh tenaga harian lepas.

Setelah menyerahkan motor dinas kepada penyuluh, Wali Kota juga melakukan panen buah melon dan timun di lahan milik BKPPP di kawasan Kandang Limun.

“Ini adalah salah bentuk dari Pemerintah Kota Bengkulu dalam memerangi kemiskinan dan rawan pangan di kota,” katanya. Meskipun berbagai macam program untuk mencukupi pangan warga kota Bengkulu, beban tanggung jawab hal tersebut tidak sepenuhnya milik BKPPP.

Ketahanan pangan adalah tangung jawab bersama. Masyarakat dan pemerintah saling bersinergi untuk memanfaatkan lahan tidur yang ada. Masyarakat bisa bekerjasama dengan Camat, Lurah dan LPM untuk memanfaatkan lahan tidur.

“Jika lahan-lahan ini sudah produktif maka pemasarannya bisa dibantu melalui Disperindag. Jika diasumsikan setiap lahan tidur yang ada di Kota Bengkulu mendapatkan bantuan Rp5 juta per hektar untuk bibit tanaman semisal melon, timun atau ubi, tentunya banyak tenaga kerja yang terserap dan kebutuhan pangan dalam kota Bengkulu bisa terpenuhi,papar Wali Kota.

Manfaat yang dapat dirasa oleh warga kota dengan adanya pertanian perkotaan adalah menyediakan bahan pangan untuk konsumsi anggota keluarga sehingga dapat meningkatkan gizi keluarga dan memberikan nilai tambah secara ekonomis kepada masyarakat.

Selain itu, program pertanian kota menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan melalui berbagai macam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan produktifitas masyarakat. Sebab, program pertanian perkotaan dicetuskan sebagai upaya untuk tetap menjaga kualitas hidup, yaitu dengan tetap dapat mengkonsumsi makanan sehat yang berkualitas di tengah perkotaan. (Yn/rls/hms)

13654127_305089246548904_3670238273422559772_n 13872645_305078966549932_4162778276197169093_n

13892045_305079073216588_1577836692052958651_n 13654127_305079123216583_5042663096220111578_n