Razialapasbentiring 1BENGKULU, PB – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Bengkulu mengakui minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penyebab barang haram mudah masuk ke Lapas Bentiring.

Pasca penggeledahan di Lapas kelas II A Bentiring, Polisi berhasil menemukan Narkoba dan senyumlah alat hisap. Barang lain yang ditemukan diantaranya adalah ATM, Alat Timbangan dan Handphone.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Bengkulu, Dewa Putu Gede Bc Ip melalui Kasubbag Penyusunan Pelaporan, Humas, dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkum HAM, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya kekurangan sumber daya manusia (SDM), petugas pembinaan tahanan masih sangat minim. Dampaknya kinerja di Lapas belum dapat ideal.

“Mereka ini maksimal ada 7 petugas penjagaan, termasuk kepala dan wakilnya bayangkan saja itu disetiap blok blok kamar. Mereka sistem kerja shift, pagi sampai siang, siang sampai sore, malam hingga pagi, seharusnya satu orang petugas menangani maksimal 20 warga binaan, kalau ini kita menangani ratusan,” katanya, Kamis (04/08/2016).

Tambahnya, persoalan klasik ini tak hanya terjadi di Bengkulu, tapi terjadi juga dikota-kota besar lainnya. Akibatnya Narkoba dan barang haram ainnya sangat mudah masuk ke Lapas.

“Di kota besar sama saja, seperti dilampung dan semarang. Kita sudah mengajukan belasan ribu ke pusat, namun itu tergantung anggaran Pemerintah,” tambahnya.

Dalam data terhimpun, Lapas Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu menampung 838 orang napi, sedangkan kapasitas standar Lapas sendiri berjumlah 683 orang napi, sehingga Lapas ini kelebihan warga binaan berkisar 23 persen. [RU]