13933382_1674747676180478_1454826206_nBENGKULU,PBSeorang wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) di Kota Bengkulu, Sofie Harianja mengaku mendapat ancaman dari oknum TNI berpangkat mayor di Korem 041 Garuda Emas Bengkulu.

Kronologi pengancaman terjadi saat dirinya ingin meliput acara Musyawarah Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Provinsi Bengkulu di Aula Gedung Juang, Padang Harapan, Kota Bengkulu, Kamis (04/08/2016).

 “Saya diancam akan disikat, kejadian terjadi saat saya mau liput acara musyawah Forki sekitar pukul 08:00 wib,”katanya kepada awak media.

 Lanjut sofie, dirinya tak mengetahui alasan pengancaman tersebut, Dia tiba-tiba saja didatangi, diintimidasi dan dipermalukan didepan publik tanpa alasan yang jelas.

“Saat itu saya mau isi absen, Mayor TNI itu menghampiri saya, dan saat ngobrol saya langsung dibentak, diancam, ditunjuk-tunjuk dan tak diberi kesempatan ngomong” sambungnya sambil menangis.

Saat dikonfirmasi Danrem 041 Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Andi Muhammad mengaku kaget. Sebagai pimpinan dirinya tak pernah memberi petunjuk seperti itu pada anak buahnya. Andi sempat memanggil Mayor bersangkutan menghadap, mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Namun dalam keterangannya kepada Danrem, oknum bersangkutan mengaku tak pernah mengancam apalagi melakukan intimidasi terhadap wartawan RRI tersebut.

 “Dia bilang tidak pernah melakukan ancaman dan intimidasi,” ucapnya
Meski demikian, Andi, tetap meminta kepada anak buahnya untuk minta maaf atas prilaku tak menyenangkan terhadap wartawan tersebut “Saya sudah minta pada Mayor Ponco untuk minta maaf secara gantle,”katanya. [MS]