sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-1BENGKULU, PB – Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu dr Anarulita Muchtar terus berkiprah. Kamis (29/9/2016), anggota Fraksi Partai Nasdem ini menggelar sosialisasi mengenai Otoritas Jasa Keuangan dan peranannya dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah di Hotel Madelin, Kelurahan Lingkar Barat.

Baca juga : Srikandi Bengkulu Bertambah

“Dengan adanya sosialisasi, kita harapkan masyarakat bisa melek keuangan sehingga likuiditas kita tidak jatuh. Mengingat bahwa saat ini dunia sedang krisis dan Bengkulu juga mengalami dampaknya,” kata dr Anarulita kepada jurnalis usai kegiatan sosialisasi.

Agar krisis ini tidak terlalu berdampak signifikan, dr Anarulita mengimbau agar setiap pemerintah daerah dapat segera membelanjakan APBD Perubahan bilamana unsur eksekutif dan legislatif telah sama-sama memiliki kesepakatan untuk menggunakan uang rakyat tersebut.

Dengan begitu, lanjut dr Ana, upaya untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak terhambat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa segera menggerakkan program-program yang ditujukan untuk pembangunan dan pemberdayaan rakyat.

“Kita di DPR RI siap untuk selalu memperjuangkan anggaran yang diusulkan oleh pemerintah daerah. Silahkan sampaikan proposalnya. Terutama mengenai infrastruktur kita yang masih banyak tertinggal. Tapi pembangunan di daerah yang bisa menggenakan APBD, silahkan langsung dikerjakan dengan baik dan harus jelas manfaatnya untuk rakyat,” ungkap dr Anna.

Sementara Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri, mengungkapkan, sosialisasi ini penting agar warga masyarakat dapat melek keuangan. Ia menyatakan, di seluruh Indonesia, rakyat yang melek keuangan hanya 22 persen.

“Bengkulu termasuk yang angka melek keuangannya rendah. Meski belum ada survei langsung di Bengkulu. Nanti akan kita survei. Namun untuk inklusi Bengkulu cukup tinggi. Ini bisa dilihat jumlah pemilik rekening sudah di atas 1 juta orang,” paparnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak kepada praktik permainan uang. Ia mengungkapkan bahwa instansinya bersedia untuk meneliti dan memberikan rekomendasi bilamana ada lembaga atau kelompok yang menjanjikan penghasilan besar namun tidak diakui oleh negara.

“Jangan mudah tergiur dan ikut dalam organisasi keuangan yang belum jelas. Mungkin tawaran-tawarannya memang selalu menarik. Kalau ragu silahkan hubungi kita. Kita sudah melakukan inventarisasi nama-nama yang haru diwaspadai,” tutupnya. [RN]

sosialisasi-ojk-bersama-anarulita sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-5 sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-2 sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-7 sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-6 sosialisasi-ojk-bersama-anarulita-3