ilustrasi-bnn-gadungan_20160105_134911BENGKULU TENGAH, PB – Badan Narkotika Nasional Provinasi (BNNP) Bengkulu menggelar sosialisai sekaligus pelatihan kepada guru dan Kepala Sekolah se- Bengkulu Tengah. Pelatihan bertempat di Aula Marola, Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, Rabu (14/09).

Kepala BNN Kabupaten Bengkulu Tengah,  Drs Budiharso mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi pencegahan peredaran serta penggunaan Narkoba, khususnya marak di kalangan pelajar.

“Melalui TOT (Training for Trainer) ini diharapkan ada pencegahan dini peredaran narkoba, memutuskan mata rantai peredaran itu sehingga bisa menyelamatkan generasi muda dari kehancuran di masa depan,” katanya.

Di samping kalangan pelajar, sosialisasi ini juga diberikan pada tenaga pendidi seperti,  Guru, Kepala Sekolah, Staff Tata Usaha (TU) serta pejabat di lingkungan dinas pendidikan. Secara teknis akan dibentuk Ssatuan Tugas (Satgas) sekolah untuk mendeteksi dini adanya pelaku pengguna narkoba. Adanya Satgas tersebut, akan dapat mencegah munculnya narkoba.

“Nanti bisa dibikin satgas antinarkoba di sekolah beranggotakan pelajar itu. Dari satgas itu diharapkan dapat mendeteksi dini kemungkinan adanya narkoba. Selain itu, bagi tingkat penyelenggara pendidikan dapat dilakukan hal yang sama,” ujarnya.

Terkait, tenaga pendidik yang acap merokok di sekolah memancing timbulnya perilaku mengonsumsi Narkoba, Budi mengembalikan hal itu kepada kode etik guru. Karena profesi guru memiliki kaidah dan aturan pelanggaran sendiri yang mengatur para guru didalam bersikap dan berperilaku, serta sanksi yang ada di atasnya.

“Ya merokok itu kan tidak ada yang melarang namun kembali kepada kode etik guru serta sanksi atas perilaku menyimpang mereka. Namun bila ada oknum yang terjerat narkoba maka akan ditindak tegas. Untuk test urine memang masih mahal, namun bagi mereka (guru) yang terbukti menggunakan narkoba langsung dites urine,” terang Budiharso.

Selain di lingkungan pendidikan, Budiharso juga tak mengelak adanya oknum aparat hukum (BNN-red) yang terlibat aktivitas narkoba. Namun menurutnya hal itu tak lain siasat pengedar narkoba untuk memuluskan aksi mereka, yakni dengan jalan menyuap para aparat.

“Adanya tudingan aparat BNN yang terlibat narkoba, tak lain upaya mereka untuk memuluskan aksi mereka menyalurkan narkoba yakni dengan berbagai cara termasuk dengan menyuap aparat,” tukas Budiharso. (Dedy Irawan)