kapolresta-bengkuluKapolres: Silahkan Saja

BENGKULU, PB – Kematian pelaku curanmor berinisial ES (24) warga Lintang Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Dinilai janggal, pihak LBH Universitas Hazairin (Unihaz) melaporkan kasus tersebut ke Polda Bengkulu, Minggu (28/08) lalu. Hal ini dilaporkan oleh Ihzar Sarfawi, pelapor mengaku adalah keluarga dari pihak pelaku yang tewas itu.

Pencuri Tewas Dihakimi Massa dan Sebelum Meninggal, Pelaku Curanmor Sempat Telepon Oknum Polisi

Menurut nya, pelaku pada saat itu sempat dibawa oleh aparat Kepolisian ke kediamannya tepatnya di Jalan Mujahirin untuk melakukan penggeledahan, bahkan pelaku sendiri masih sehat dan dapat berjalan kaki tanpa dituntun. Bersama kuasa hukumnya, Nedianto Ramadhan Akil, SH berharap agar pihak Propam Polda Bengkulu dapat menyelidiki kematian pelaku curanmor yang sebelumnya diduga meninggal dihajar massa.

Terkait hal ini Kapolresta Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta, Sik didampingi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu Iptu Eka Chandra menanggapi persoalan ini. Ia menegaskan jika kematian tersebut dikarenakan saat melakukan pencurian, sempat dihajar massa.

“Kalau soal lapor itu hak masyarakat, silahkan saja. Lebih bagus mereka lapor, dan akan ditindak lanjuti, dicek kebenaran nya. Dari pada dia tidak lapor, mereka berkata tidak benar ke masyarakat lain. Lebih baik lapor, faktanya kita sudah tahu semua, pada saat itu dia (pelaku.red) dihajar massa,” tegasnya.

Menurutnya memang pada saat itu kondisi pelaku sebelum meninggal dengan kondisi sehat. Sehingga pihaknya melakukan pengembangan, agar kasus tersebut dapat diselesaikan.

“Pelaku meninggal pada saat malam hari, mau diperiksa naik tangga. Dia merasa sesak nafas, sehingga bersandar kok mecurigkan kita bawa ke dokkes akhirnya dia meninggal,” tambahnya.

Laporan tersebut dikatakan oleh Ardian, dikarenakan dugaan unsur politik. Dimana pelapor adalah salah satu calon di kawasan Lintang Empat Lawang. Masih Ardian, jika laporan itu memang digunakan untuk hal tak baik, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pihak pelapor.

“DIa sebenarnya bukan keluarga pelaku itu, apa kepentingan nya bukan keluarga. Kita sudah jelaskan semua terhadap keluarga pelaku, pihak keluarga cerita sama saya jika dia ingin mengajak melapor, ya silahkan. Dia itu mau mencalon kepala desa, ini kan ada unsur politis. Memanfaatkan untuk mencari simpatik masyarakat, dengan cara memprovokasi. Jika dia menyebarkan isu yang tidak benar, saya akan ambil tindakan,” imbuhnya.

Dari hasil visum, tersebut teradapat memar kaki, mengalami pembekakan pelipis hingga bibir yang pecah karena pelaku sempat dihajar massa, saat melancarkan aksinya.

Untuk diketahui, ES bersama RD yang saat ini sudah mendekap di ruang tahanan Polresta Bengkulu, pada Minggu (28/08) lalu nekat mencuri motor beat dengan nomor polisi BD 5240 NP di Jalan Indra Giri Kelurahan Padang Harapan Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Naas nya aksi tersebut gagal, sehingga amukan massa pecah mengetahui para pelaku tersebut. Saat berada di ruangan Pidum Polresta Bengkulu, ES tak bernyawa dikarenakan korban sempat memukul helm ke bagian kepala belakang pelaku, saat ia mencoba melarikan diri. (RU)