pertanian-modern-amran-2JAKARTA, PB – Pembangunan pertanian di pulau-pulau kecil hingga sekarang masih luput dari pengamatan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Talaud, Daud Malengsang ketika Rapat Koordinasi Pangan Provinsi Sulawesi Utara.

Dari pantauan pihaknya, hingga sekarang di pasar-pasar Talaud sebagian besar bahan pangan seperti jagung, beras dan sebagainya dipenuhi dari tetangga seperti Gorontalo, Minahasa, Bolaang Mongondouw. Lesunya pembangunan pertanian di Kepulauan yang berbatasan langsung dengan Filipina ini menjadi contoh perlunya pembenahan sektor pertanian.

Pasalnya, dari sekitar 140 desa yang ada di pulau itu, berdasarkan data dari Sensus Pertanian tahun 2013 silam, Kabupaten Kepulauan Talaud hanya memiliki 97 ha saja untuk lahan sawah dan 13 ribu ha untuk lahan pertanian non sawah. “Di kita mahal sekali pengelolaan tanahnya, transportasi untuk pemasarannya serta pasokan pestisida,” ungkapnya baru-baru ini.

Mengenai infrastruktur, hingga sekarang belum adanya jalan yang layak bagi petani (jalan produksi dan jalan distribusi). Karena kurangnya infrastuktur penunjang khususnya sumber air, menjadi hambatan besar saat musim kering/kemarau.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menuturkan pengembangan pertanian di pulau-pulau kecil seperti Talaud juga menjadi prioritas Kementan, terlebih jika pulau tersebut merupakan pulau terdepan dan berbatasan langsung dengan negara lain. “Kesejahteraan masyarakat menjadi penting karena sesuai dengan Nawacita Presiden RI yang memperhatikan juga pulau-pulau kecil dan terdepan,” tegasnya.

Amran menambahkan setidaknya 1 kabupaten wajib menyediakan lahan 25 ha per desa untuk bisa pengembangan lahan sawah. “Bantuan semuanya gratis dari pusat, mulai dari benih hingga alsintannya. Supaya bisa menghasilkan beras sendiri daripada harus beli beras dari luar (daerah) dengan harga mahal dan membebani rakyat,” ungkapnya.

Amran menambahkan, untuk pulau-pulau kecil sekarang ditargetkan dahulu bagaimana bisa berproduksi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Setelah mampu berproduksi, saluran distribusi akan dipersiapkan untuk mengangkut hasil pangan dari pulau.

Penjaminan harga pangan dan penyerapan hasil produksi pangan pun sudah disiapkan oleh pemerintah pusat dengan mekanisme yang serupa yakni pembelian dilakukan oleh Bulog Divisi Regional. Mentan pun berharap jika pembangunan infrastruktur utama seperti bendungan dan embung bisa dilakukan secepatnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum sehingga pembuatan saluran tersier bisa dilanjutkan oleh pihaknya. (AS/Yn)