Ilustrasi Ketimpangan Sosial di BengkuluBENGKULU, PB – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, angka gini ratio Provinsi Bengkulu pada Maret 2016 sebesar 0,357. Artinya, ketimpangan pengeluaran masyarakat Bengkulu masih dalam kategori ketimpangan sedang.

(Baca: BPS: Gini Ratio Membaik)

“Angka ini menurun jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2015 yang sebesar 0,376 dan Gini Ratio September 2015 sebesar 0,371,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Aden Gultom.

Lebih lanjut, ia menerangkan gini ratio di perkotaan pada Maret 2016 sebesar 0,385. Angka ini turun sebesar 0,02 poin dibandingkan Maret 2015 sebesar 0,405 dan turun 0,013 poin dibanding September 2015 sebesar 0,398.

Sementara ketimpangan di perdesaan pada Maret 2016 sebesar 0,302 atau menurun 0,043 poin dibanding Gini Ratio Maret 2015 yang sebesar 0,345 dan menurun 0,036 poin dibanding Gini Ratio September 2015 yang sebesar 0,338.

Selama periode Maret 2015 – Maret 2016, distribusi pengeluaran dari kelompok penduduk 40 persen terbawah masih dalam kategori ketimpangan rendah namun distribusinya cenderung meningkat, yaitu dari 18,88 pada Maret 2015 dan 19,12 persen pada September 2015, menjadi 19,07 persen pada
Maret 2016.

Distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di daerah perkotaan pada Maret 2016 tercatat sebesar 15,53 persen turun dibanding Maret 2015 (16,39 persen) dan September 2015 (16,96 persen).

“Sementara di daerah perdesaan distribusi pengeluaran dari kelompok penduduk 40 persen terbawah pada Maret 2016 adalah sebesar 22,10 persen naik dibanding Maret 2015 (20,63 persen) dan September 2015 (21,00 persen),” kata dia. [IC]