14233543_120300000089854864_1484417829_oBENGKULU, PB – Seyogyanya Ketua Rukun Tetangga berfungsi sebagai pengayom masyarakat. Namun hal ini bertolak belakang dengan sikap Ismail Nasution (48) Ketua RT 16 Kuala Alam, Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Ismail yang keseharian berkerja sebagai buruh lepas itu malah memeras tamu warganya sendiri.

Dimana dari keterangan Ardi Winata (23) warga Jalan Sepakat Rt 22 Rw 06 Kelurahan Sawah Lebar Baru terkait laporannya ke pihak Kepolisian, oknum Ketua RT tersebut meminta uang yang berjumlah besar. Dikarenakan pada Jumat (12./08) lalu pelapor pada saat itu sedang bertamu di tempat rekan wanitanya hingga larut malam.

Merasa panik dikarenakan warga setempat sudah berkumpul untuk mengerebek pelapor, akhirnya permintaan Ketua RT tersebut diamini oleh pelapor.

Upaya damai

Ketua RT itu meminta uang sebesar dua juta lima ratus rupiah yang digunakan untuk cuci kampung, namun korban baru memberikan uang sebesar sembilan ratus ribu rupiah. Sehingga oknum RT tersebut meminta sisa uang esok harinya, selain itu dirinya menahan KTP untuk dijadikan jaminan.

Jika tidak membayarkan sisa uang tersebut, lanjutnya, maka dirinya akan menangancam pelapor untuk mengekspos hal ini. Akibat hal tersebut, pelapor akhirnya mendatangi Polsek Ratu Agung untuk ditangani secara hukum. Sehingga Polsek Ratu Agung melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

“Ya, benar sekarang ketua RT ini sedang diperiksa. Dari penyilidikan, dari saksi saksi dan lain lainnya tidak menemui bukti yang cukup. Kita lihat nanti proses hukumnya, karena pihak terlapor saat ini tengah meminta upaya perdamaian. Maka kita berikan mediasi tersebut,” terang Kapolsek Ratu Agung AKP. Dian Matusia Chandra S.IK Sabtu (03/09) di Polsek Ratu Agung.

Dalam pantuan media ini, wajah Ketua RT tersebut terlihat pucat. Terang saja, sebagai Ketua RT seharusnya dirinya memberikan upaya kontrol sosial terhadap warga. Dirinya pun mengakui bersalah atas kejadian ini, selain itu dari keterangan terlapor uang dan KTP milik pelapor pun sudah diberikan ke pihak Kepolisian.

“Kita sudah diperiksa, kita melakukan pengerebekan itu karena itu warga kita dan dia bertamu sudah larut malam. Untuk uang dan KTP nya sudah dikembalikan, kita mengajukan perdamaian. Ini sebagai pelajaran untuk kita,” imbuhnya. (RU)