14374566_884344111699282_311179999_oREJANG LEBONG, PB – Pembentukan kota religius dan kota pendidikan terus di galakkan oleh pemerintah daerah Rejang Lebong. Salah satunya dengan menegakkan disiplin di kalangan pelajar. Sebagai upaya, Satuan Polisi Pamong Praja Rejang Lebong terus menggelar razia pelajar bolos di saat jam pelajaran berlangsung.

Alhasil, petugas berhasil menjaring 13 pelajar SMAN I Curup Utara yang tertangkap tangan membolos dan nongkrong di warung kopi kawasan Desa Duku Ulu Kecamatan Curup Timur. Ironisnya, dari 13 pelajar iniĀ  5 orang diantaranya adalah perempuan.

“Mereka kita jaring di sebuah warung kopi di depan komplek sekolah SMEA I Curup Timur. Saat dirazia, mereka tak satupun mengantongi ijin resmi keluar dari sekolah mereka di saat jam pelajaran berlangsung,” ujar Kepala Satpol PP Rejang Lebong, Rachman Yuzir S,Sos di ruang kerjanya, selasa (20/09).

Dijelaskan Rachman, terhadap 13 pelajar tingka SMA ini, pihaknya akan melakukan pembinaan. Para siswa dimintai data, membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama lalu diserahkan kembali kepada pihak sekolah dan orang tua masing-masing.

“Bentuk hukuman pembinaan akan diserahkan kepada pihak sekolah masing – maisng. Hanya saja, Saya minta agar apapun bentuk pembinaannya jangan sampai berbentuk pemberhentian para pelajar ini dari sekolah masing – masing,” ujar Rachman.

Ditambahkan Rachman, razia serupa akan terus digelar setiap harinya untuk mengurangi aksi ‘kenakalan remaja’ dan membentuk kabupaten pendidikan. “Kami juga minta kepada pihak sekolah agar lebih ketat menanamkan disiplin terhadap para siswa maupun siswi. Tidak memperbolehkan para pelajar untuk keluar dari komplek sekolah selama jam pelajaran berlangsung,” ujar Rachman. (Ifan)