img-20160920-wa0012BENGKULU SELATAN, PB – Kerugian yang terjadi pada warga terkait soal penyerobotan lahan oleh PT. ABS hingga kini belum juga ada kepastian diganti rugi seperti tuntutan warga. Untuk itu, Selasa ( 20/9) sekira pukul 10.00 WIB ada enam orang warga yang bersengketa mendatangi Mapolres Bengkulu Selatan. Kedatangan warga tersebut dalam rangka berkoordinasi.

Belum Tuntaskan Sengketa Lahan, Bupati Bakal Evaluasi PT ABS

Adapun warga tersebut yakni Rasikin (60) warga desa Nanjungan, Ayup Susanto (37), warga Cintomandi, Fauzan Cintomandi (40), Turman Kota Manna (39), Mardan ( 41) Najungan, Aidin (40) warga Najungan mendatang polres Bengkulu Selatan. Kedatangan tersebut disambut kapolres Bengkulu Selatan (BS) AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, yang pada intinya tidak lain adalah mengharapkan ada jalan keluar yang baik dari PT ABS. Sehingga lahan yang diserobot PT. ABS bisa diganti untung dan bukan dibiarkan seperti ini sehingga masyarakat seolah ditelantarakan tanpa ada kepastian yang jelas. Hal ini sebagaimana dikatakan Ayup Susanto selaku warga Cintomandi yang dirugikan tanah sudah bersertifikat digusur PT ABS.

Diterangkan Ayup, kedatangan mereka di Polres untuk menemui Kapolres tidak lain adalah untuk mencari yang terbaik soal persoalan tanah kami diserobot PT. ABS. Lantaran hingga saat ini belum ada titik jelas oleh PT ABS. Harusnya warga dirugikan segera dilakukan ganti rugi dan sudah selayaknya duduk bersama sehingga menghasilkan titik terang bukan menggantung sebagimana status lahan kami diserobot tidak jelas ada tindak lanjutnya. Selaku pemilik tanah tuntutannya tidak banyak yaitu mintak ganti untung sehingga persoalan ini tidak memanjang bila ini tidak selesai tak menutut kemungkinan menempuh jalur hukum,’’ kata Ayup.

Kehadiran warga ke polres BS menemui kapolres memintak pendapat solusi apa yang baik terhadap PT ABS sudah melakukan tindakan penyerobotan lahan. Dikesempatan itu kapolres menyarankan supaya persoalan ini dapat diselesaiakn dahulu ke tim wabup BS, Gusnan Mulyadi. Sebagaimana persoalan ini dahulunya sudah dimediasi oleh tim wabup. Bila ini tak ada penyelesaian menutut kemungkinan menempuh jalur hukum,’’pungkas Ayup yang diaminkan Rasikin.

Sementara itu, kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, memembenarkan jika warga Pino Raya yang dirugikan tanahnya diserobot PT. ABS berkordinasi untuk mencari jalan yang terbaik soal persoalan penyerobotan lahan ke wabup, sebab persoalan tersebut sudah dimediasi oleh tim wabup. Selaku aparat menyarankan supaya persoalan ini dapat diselesaikan dengan bijak yakni mempertemukan tim yang sebelumnya dibentuk wabup BS, Gusnan Mulyadi dengan menggelar kembali mempertemukan pihak pemerintah desa, pemilik lahan yang mersa dirugikan, penjual tanah yang dilakukan PT ABS serta pemerintah desa yang sudah keluarkan SKT. Bila ini dilakukan persoalan yang terjadi bisa secepatnya tuntas,’’ kata Yogi.

‘’Disarankan persoalan antar warga dirugikan tanahnya diserobot PT ABS segera dituntaskan dengan jalan damai sehingga menghasilkan yang baik tanpa ada kekerasan, namun sebaliknya jika PT ABS tidak meanulir seperti yang disarankan bisa terjadi proses hukum. Pihak yang dirugikan bisa saja mengadu pada aparat dengan catatan menunjukan bukti yang kongkrit salah satunya bukti surat tanah kepemilikan (SKT) atau sertifikat. Kita harapkan persoalan ini selesai dengan jalan musyawara dan tidak melalui jalur hukum,’’pungkas Yogi. (Apdian Utama)