ParkirBENGKULU, PB – Maraknya lahan parkir yang dijadikan oknum para pedagang berjualan dipinggir dijalan lintas Pasar Minggu Kota Bengkulu, tepatnya kawasan Jalan KZ Abidin II Pasar Minggu Kota Bengkulu membuat pihak Dishubkominfo Kota Bengkulu bersikap geram. Pasalnya selama ini pihaknya terus mengimbau agar para juru parkir dapat mengikuti aturan yang diberikan, namun imbauan itu terus dihiraukan. Akibatnya lima Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang beroperasi itu dicopot, Selasa (27/09).

“Sejak dahulu kita sudah memberikan imbauan langsung ke lapangan kepada juru parkir ini adalah tempat lokasi parkir bukan tempat dagang, artinya kalau sudah menempatkan pedagang itu sudah melanggar aturan yang kita berikan kepada SPT yang sudah diberikan itu,” tegas Plt Kepala Dishubkominfo Kota Bengkulu Mardi Kusuma saat langsung ke lapangan

Hal tersebut sudah diatur dalam Perda 07 tahun 2011 tentang retribus ditepi jalan umum. Data terhimpun kawasan titik lahan parkir ditempat tersebut berjumlah puluhan, sehingga dari informasi terkait pihaknya, bahkan pihak juru parkir juga memberikan lahan mereka untuk tempat berdagang kepada pejualan dengan mempungut biaya.

“Mereka (Jukir) tidak mampu untuk menterapkan aturan yang berlaku, memang ada informasi tersebut sehingga mereka ada kerja sama. Kalau besaran biaya pungutan itu, tergantung oknum jukir tersebut. Dengan dicabutnya SPT ini maka kedepan mereka tidak boleh meminta uang untuk parkir bagi pengendara, jika masih bandel maka mereka akan ditindak ke ranah pidana. Kepada masyarakat kita imbau, jika memang SPT parkir tersebut dicabut tidak usah dibayar karena itu sudah merugikan, silahkan gratis,” tambahnya.

Sementara itu menurut Nanang. S salah satu parkir yang juga dicabut SPT nya mengatakan, pihak Dishubkominfo Kota Bengkulu seyogyanya dapat memeberikan arahan tegas bagi para pedagang. Dikarenakan selama ini, petugas penertiban kurang aktif untuk mengatur lahan parkir tersebut.

“Seharusnya tidak bisa begini karena kami juga kerap melawan pedaggang, kadang sering beribut. Silahkan tanya kepada pedaggang, apakah juru parkir itu mempersilahkan para pedaggang berjualan. Kita harapkan ada kerjasama, ketika ada Satpol PP dan Dishubkominfo Kota, pedaggang juga naik tikam. Kadang mereka yang menertibkan itu juga takut kepada pedaggang, jadi kami minta secara baik baik lah, jangan asal cabut saja,” imbuhnya.

Dari puluhan lahan parkir yang memiliki SPT parkir dikawasan tersebut terdapat lima SPT yang dicabut, diantaranya SPT parkir yang bertempatan didepan Mega Mall Pasar Minggu Kota Bengkulu, samping pos Polisi Pasar Minggu. Lahan SPT 1 parkir atas nama An Rosilawati, SPT 2 parkir atas nama Nanang, S, SPT 3 parkir atas nama An Robert, SPT 4 Parkir atas nama AN Jabarni, SPT 5 Parkir atas nama AN Leni. (RU)