korban-obat-batukBENGKULU, PB – Kejadian apes sempat dialami oleh siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IT Generasi Rabban Kota Bengkulu Ayu Sifa Oktafiani (4) warga Jalan Batanghari Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Diceritakan orang tua korban, Doni Irawan (34) pada saat itu anaknya berobat di klinik Rumah Sakit yang ada disalah satu Kota Bengkulu, sekitar seminggu yang lalu. Pada saat itu, korban mengalami penyakit batuk disertai flu.

Sehingga pihak klinik memberikan obat berbentuk sirup dan serbuk yang dianjurkan untuk di minum oleh korban. Menurutnya, keluarganya kerap berobat di klinik tersebut, dimana dulu korban juga sempat dibawa ke klinik rumah sakit itu dengan penyakit yang sama. Namun, dirinya aneh dimana pada saat penyakit korban kambuh kembali, korban tidak dilakukan cek darah oleh dokter yang memeriksa penyakit korban pada saat itu.

“Sebelumnya anak saya dianjurkan cek darah, namun kali ini tidak. Dokternya pun berbeda dari sebelumnya. Ketika kondisinya parah, saya bawa ke dokter spesialis anak. Kata dokter tersebut anak saya alergi obat. Namun sebelumnya anak saya tidak pernah mengalami alergi obat,” terangnya.

Selain itu, korban juga diberikan obat berbentuk serbuk. Namun dari keterangan dokter spesialis anak terhadap orang tua korban, kemungkinan obat sirup tersebut berdampak alergi. Untung setelah dibawa ke dokter spesialis anak, kondisi korban saat ini dapat semakin membaik.

“Saat kita tanyakan apakah obat tersebut berdampak alergi bagi anak saya, dokter spesialis anak tersebut bilang tidak ada alat untuk mengecek hal tersebut. Saat ini kondisinya mulai membaik sudah dapat makan dan minum,” tambahnya.

Mengalami kejadian tersebut akhirnya pihak keluarga melaporkan permasalahan ini ke Omdusman RI Perwakilan Bengkulu. Asisten Omdusman RI Perwakilan Bengkulu Jaka Andhika membenarkan laporan korban, dimana fisik bagian bibir korban pada saat mengkonsumsi sirup tersebut sempat melepuh.

“Sesuai UU 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik kita wajib menindak lanjuti laporan dari masyarakat. Khususnya mengenai pelayanan publik. Jadi kita melihat permasalahan ini secara utuh. Dari pihak pelapor dan terlapor mencari solusi

Dalam klarifkasi pihak telapor ke pihak Omdusman RI Perwakilan Bengkulu saat ini sudah memberikan sikap itikad baik. Dimana pihak Klinik Rumah Sakit itu akan melaksanakan rapat internal dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Intinya kita meminta solusi penyelesaian masalah, saat ini dari pada kedua pihak muncul Win Win Solution atau perdamaian. Namun saat kita masih menunggu hasil rapat tersebut, setelah dapat hasilnya maka akan kita tindak lanjuti,” imbuhnya. (RU)