14445706_120300000254697307_1889955892_nBENGKULU, PB – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu menyoroti kinerja dan fasilitas pelayanan pembuatan E-KTP untuk masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu.

Menurut laporan Ombudsman, saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan Dukcapil Kota Bengkulu. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meminta seluruh rakyat Indonesia segera merekam data kependudukan atau membuat KTP elektronik atau E-KTP. Batas waktunya sampai 30 September 2016 mendatang.

Terkait keluhan itu, Omdusman mendatangi Dukcapil Kota Bengkulu yang beralamat Jalan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu . Tujuanya memantau kesiapan dalam pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik bagi masyarakat Kota Bengkulu.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Jaka Andika, mengatakan saat ini memang pihaknya menerima beberapa laporan keluhan masyarakat Kota Bengkulu dalam membuat kartu tanda penduduk tersebut.

“Memang ada banyak masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut, keluhannya bermacam ada yang dikarenakan fasilitasnya rusak. Maka dari itu kita akan mengecek laporan itu terlebih dahulu, jika memang benar maka akan kita laporan ke atasan,” terangnya, Rabu (21/09) di Kantor Omdusman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu.

Senada, Anggota Ombusman Perwakilan Bengkulu, Irsan Hidayat juga menjelaskan, kendala tersebut karena permasalahan fasilitas seperti alat cetak, hingga jaringan server internet yang masih belum maksimal dalam operasinya.

“Kita lihat beberapa fasilitas yang memang ada yang rusak, namun sudah ada enam kecamatan yang sudah diperbaiki. Kendala lainnya seperti server yang memakai layanan jaringan internet yang belum beroperasi maksimal. Ini yang menjadi permasalahanya, untuk masalah administrasi belum ada laporannya ke kita, jika memang ada oknum bermain, maka  dengan tegas kita akan laporkan hasilnya ke pimpinan pusat,” imbuhnya. [RU]