pengangguran-1 penganggurn-3

 

 

 

 

 

 

JAKARTA, PB – Selain menghadapi Pendidikan Kejuruan yang Belum Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri, Pemerintah juga dihadapkan dengan tingkat pengangguran usia produktif yang terus bertambah. Pada tahun 2010 tingkat pengangguran usia 15-19 tahun berada pada level 23,23 persen dan kemudian meningkat menjadi 31,12 persen di akhir tahun 2015.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas yang membahas tentang pendidikan dan pelatihan vokasi di Kantor Presiden, yang dihadiri sejumlah menteri. Ia mengingatkan jika keberadaan Sekolah Vokasi Nasional Masih Tertinggal baik dari segi penguasaan teknologi dan kompetensi lulusan masih tertinggal jauh.

“Dan ditinjau dari latar belakang pendidikan, proporsi pengangguran terbesar adalah mereka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,84 persen. Angka ini lebih tinggi dari pengangguran lulusan SMA 6,95 persen, SMP 5,76 persen dan bahkan SD 3,44 persen. Dari 7,56 juta total pengangguran terbuka, 20,76 persen berpendidikan SMK (data BPS, 2015),” tutur Presiden.

Salah satu karakteristik Indonesia bahwa angka pengangguran cukup tinggi yang dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 15 sampai 24 tahun, jauh lebih tinggi dari angka rata-rata pengangguran secara nasional. Berikut ini sajian data pengganguran nasional berdasarkan usia produktif dan gender:

 Angka Pengangguran   2006   2007   2008   2009   2010   2011
Pengangguran Muda Pria
(persentase tenaga kerja pria
15-24 tahun)
  27.7   23.8   21.8   21.6   21.1   19.3
Pengangguran Muda Wanita
(persentase tenaga kerja wanita
15-24 tahun)
  34.3   27.3   25.5   23.0   22.0   21.0

Sedangkan menurut data lansiran Badan Pusat Statistik, pada pertengahan tahun 2016, angka pengangguran mencapai 7 juta orang. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekuatan tenaga kerja yang besar di Asia Tenggara.

Tenaga Kerja Indonesia:

dalam juta 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Tenaga Kerja
116.5 119.4 120.3 120.2 121.9 122.4 127.8
– Bekerja 108.2 111.3 113.0 112.8 114.6 114.8 120.8
– Menganggur   8.3   8.1   7.3   7.4   7.2   7.6   7.0

Sumber: BPS

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan dari 120,6 juta orang angkatan kerja muda yang tercatat, di dominasi tamatan SD sebanyak 32 juta orang dan yang belum tamat SD sebanyak 15 juta orang. SLTP sebanyak 21 juta orang, SLTA/Kejuruan sebanyak 32 juta orang. Sedangkan lulusan Diploma/Sarjana hanya berkisar 13 juta orang.

Dari kondisi tersebut, tercermin kondisi tenaga kerja usia produktif mayoritas tidak memiliki keahlian atau SDM yang memadai. Oleh karena itulah Presiden minta dilakukan perombakan dan langkah-langkah perbaikan yang kongkret terhadap sistem pendidikan dan pelatihan vokasi dengan memperbanyak sekolah-sekolah kejuruan. (Rinjani Wirdania)