SDN3KotaBengkulu 1BENGKULU, PB – Puluhan wali murid SD N 3 Kota Bengkulu yang berada di Kelurahan Kampung Bali menyampaikan protes perihal polemik mutasi terhadap dua mantan guru SD N 3 Kota Bengkulu Senin (05/09). Menurut mereka kedua guru ini telah lama mengajar. Kedua guru tersebut diantaranya Erna Nengsih yang pindah telah ke SD N 25 Jalan Sumatera dan Kurnia Hasanah yang pindah ke SD N 11 Jalan Pasar Ikan.

Selain itu, mereka menilai jika Kepala Sekolah SD N 3 Emmy Muliani, tersebut tidak objektif memindahkan kedua guru tersebut.

“Kami tidak terima pemindahan guru yang sudah lama mengajar ini, selain itu kami menilai kepala sekolah tersebut tidak objektif, ” ujar Nani salah satu wali murid Kelas 4 SD N 3 Kota Bengkulu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.

Ia juga membeberkan, jika Emmy melakukan pemungutan uang yang diperuntukan petugas keamanan. Namun anehnya dari informasi petugas, uang tersebut tidak sampai.

“Selain itu, ketika ajaran baru, anak kami dimintai uang sebesar tiga puluh tujuh ribu untuk membeli Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun buku belum ada,” tambahnya.

Dalam pembahasan diantara pihak wali murid dan pihak Dikbud Kota Bengkulu ini, membahas jika Kepala Sekolah juga meminta uang iuran sebesar tujuh ratus lima puluh ribu. Setelah dibayar, pihak Sekolah malah tidak memberikan kwitansi kelunasan atas pembayaran itu.

Aksi yang dapat diredam ini diterima oleh Seketaris Dikbud Kota Bengkulu Hj Erita. Terkait hal ini, pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah untuk dimintai keterangan atas aksi para orang tua siswa tersebut.

“Aspirasi wali murid akan kita terima, nanti kita panggil juga Kepala Sekolahnya untuk dikonfrimasi lagi. Namun untuk guru yang sudah pindah, kita tidak dapat mengembalikan kembali. Dikarenakan SK mereka sudah keluar,” imbuhnya.

Diketahui SK (Surat Keputusan) kedua guru yang sudah pindah ini terhitung pada Jumat (02/09) kemarin. Sebelumnya aksi mereka ini dilakukan di Simpang Tiga Kota Bengkulu dan menunju ke Dikbud Kota Bengkulu. (RU)