064b0eb46d-large-lapas_bentiringBENGKULU, PB – Diduga menanggung hutang di dalam lapas, 3 warga binaan lapas Bentiring Kota Bengkulu, mencoba kabur. Diketahui peristiwa ini ketika pihak petugas Lapas Bentiring melakukan pengecekan seluruh warga binaan tersebut.

Namun setelah dihitung, terjadi kekurangan. Hal ini dibenarkan oleh kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bentiring Kelas IIA Bengkulu, Rudi Chrles Gill, Selasa (20/09).

“Ya benar, kejadiannya saat sore hari. Semua warga binaan dari Pidana Umum (Pidum), satu tamping dan dua napi,” ujarnya.

Diceritakan oleh Rudi, ketiga pelaku ini diduga terlilit hutang terhadap sesama rekannya penghuni lapas tersebut. Pasalnya, ketiga penghuni lapas ini dalam waktu dekat akan dinyatakan berkurang massa kurungan tahanan. Sehingga pemilik piutang tersebut bersikeras meminta uang terhadap ketiga orang ini agar segera dibayar.

Dalam modusnya, ketiga warga binaan tersebut yang sudah direncanakan terlebih dahulu menjebol plafon kamar mandi yang berada didalam penjagaan ring satu, namun upaya tersebut gagal karena terhambat dengan atap bangunan lapas yang kokoh. Sehingga mereka mencari akal kembali. Dimana mereka dalam pelariannya, mencoba melewati penjagaan ring dua, dengan cara menjebol pembatas gorong gorong tepatnya berada dibelakang ruang blok pidana umum.

Sayangnya usaha mereka ini ternyata kembali gagal, karena kebingungan untuk mencari jalan keluar utama dari  lapas tersebut. Selama kurang lebih satu jam, akhirnya para petugas sipir berhasil menangkap ketiga warga binaan lapas tersebut. Saat ditanyai status tiga warga binaan tersebut, Rudi enggan membeberkan secara terperinci, sebab permasalahan ini masih dalam perkembangan pihaknya.

“Untuk nama belum bisa kita beritahu, yang jelas mereka ini sudah kebingunan karena tidak tahu untuk lari kemana. Sehingga bersembunyi di lobang tersebut. Untuk sanksinya mereka akan di isolasi, remisi dicabut dan ditiadakan waktu kunjunganya. Ini jadi pelajaran bagi yang lainnya, agar tidak melakukan hal yang sama,” imbuhnya. [MS]