31angkutan-ABENGKULU TENGAH, PB – Dishubkominfopar Bengkulu Tengah (Benteng) belum memastikan kapan diterapkannya trayek bagi angkutan desa di wilayah kabupaten tersebut. Pasalnya, hingga saat ini angkutan desa masih berlaku pada pola tradisionil sebagaimana mereka mangkal.

“Belum ada trayek di Benteng, karena untuk menggunakan trayek ada studi tertentu. Yakni studi kelayakan, bila memungkinkan atau layak bisa saja dibuat trayek,” kata Kabid Manajemen Darat Herwanto, belum lama ini.

Menurut Herwanto, wilayah Benteng masih tergolong sepi sehingga belum memungkinkan untuk diadakan trayek. Selain itu, jalur-jalur yang dilintasi belum memadai kondisi jalan maupun rute tujuan. Di samping itu, kondisi saat ini di Benteng kendaraan motor roda dua lebih banyak dimiliki warga sehingga penggunaan angkutan desa minim.

“Memang belum dilakukan studi, tetapi kami lihat belum memadai diadakan trayek, karena masih sepi terutama penumpang. Warga Benteng pun, saat ini banyak yang miliki motor sehingga angkutan desa jadi tidak laku,” terang Herwanto.

Lebih jauh menurutnya, moda transportasi massal di Benteng akan disesuaikan dengan keadaan. Tidak mesti berupa kendaraan umum massal jenis angkutan desa/angkot namun menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Herwanto mencontohkan angkutan massal yang cocok di Benteng ialah jenis Pick Up menggunakan atap sebagaimana berlaku di wilayah kabupupaten Kepahiang.

“Saya lihat banyak angdes di Benteng ini merugi, karena tidak ada penumpangnya. warga banyak pakai motor jadi jarang nyetop taksi/angkutan desa. Cocoknya di Benteng seperti yang di berlaku di Kepahiang, jenis pick up tetapi ada atapnya. Itu cocok karena untuk mengangkut penumpang khususnya dari daerah pelosok,” kata Herwanto.

Untuk merealisasi trayek dan menetapkan model transportasi umum, pihaknya masih menunggu turun perda lalu lintas yang belum lama ini disahkan. Bila belum ada Perbup maka apapun rencana di bidang perhubungan darat tidak bisa direalisasikan. “Kita tunggu Perbupnya,” ucap Herwanto. (Dedy Irawan)